Saturday, 29 January 2022


Mentan: Budaya Lokal Perkuat Ketahanan Pangan 

04 Nov 2021, 10:36 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat penganugrahan anggota masyarakat adat | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung ---Kekuatan indigenous culture (budaya daerah) dengan adatnya bisa mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan. Dalam kunjungan ke Bandung Barat, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sempat melontarkan 'hibridasi pertanian' yakni menyatukan potensi budaya lokalitas dengan semangat untuk pertanian Indonesia.

Menurut SYL, hibridasi adalah menyesuaikan antara budaya adat dan kebiasaan masyarakat setempat, disatukan dengan semangat untuk mempersiapkan pangan kehidupan Indonesia melalui pertanian. Pertanian adalah modal alam yang sudah Tuhan berikan tinggal bagaimana bersemangat dan berkonsepsi secara bersama.

"Hari ini pemangku adat (Sunda) akan turun tangan untuk memperkuat ketahanan pangan yang ada di Indonesia menghadapi cuaca ekstrem, la-nina, banjir, dan kelebihan air yang ada," kata SYL di Bandung Barat, Rabu (3/11).

SYL menegaskan akan memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan bantuan melalui pengembangan pertanian melalui beberapa sub sektor pertanian. Khususnya dalam menghadapi anomali cuaca yang ekstrim agar dapat termanfaatkan oleh para petani dengan dukungan pemangku adat.

"Kementan akan melakukan backup yang semaksimal mungkin agar minimal mengedukasi mereka untuk siap menghadapi tantangan cuaca yang ada. Saya senang hampir semua pemangku adat turun tangan, tentu akan bersama sama dengan dinas pertanian yang ada," katanya.

Pada kegiatan tersebut Mentan juga berkesempatan untuk menanam tanaman hias Hoya. Tanaman yang merupakan tumbuhan tropis dalam keluarga dogbane, apocynaceae. Jika sudah tumbuh subur, daunya akan menjuntai indah, dan memiliki bunga yang berwarna-warni. Bunganya pun berbentuk seperti pola bintang dengan permukaan semi glossy yang memiliki nilai jual tinggi di Eropa. 

Sementara itu Sekjen Barisan Olot Masyarakat Adat Sunda, Eka Santosa, menyampaikan kesediaannya untuk dilakukan pengembangan agrowisata di daerahnya. "Membuka di lahan ini, membutuhkan pekerjaan 20 tahun yang awalnya hutan, diubah untuk diberdayakan menjadi kawasan. Kami mendukung Pak Menteri agar kawasan ini menjadi sumber kekuatan pertanian,"  tuturnya.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018