Wednesday, 01 December 2021


Petani Karawang Curhat ke Mentan SYL

13 Nov 2021, 21:06 WIBEditor : Yulianto

Mentan berdialog dengan petani | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang---Berkunjung ke salah satu sentra produksi padi, Karawang, Jawa Barat, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendapat curhat dari sejumlah petani di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta. Apa sih curhatnya?

Dari ceritanya, petani asal Desa setempat, Sakum (53), mengaku senang karena perhatian Kementan selama ini sangatlah besar. Terutama dalam menyediakan benih unggul dan bantuan alsintan yang membuat panen mereka naik 2 kali lipat.

"Terimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan terimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo). Terimakasih karena Bapak Menteri telah mengunjungi kami," ujar Sakum yang didampingi Istrinya, Minah (52) di lokasi panen Rawamerta, Sabtu (13/11).

Sakum mengatakan, selama ini baru Mentan Syahrul yang mau turun langsung bertemu dan berdialog dengan petani di Karawang. Sebelumnya hanya pejabat daerah saja yang turun memberi bantuan. "Saya kaget juga karena baru pertama kali dalam hidup saya bertemu dengan sosok Menteri yang diutus Jokowi," katanya.

Sakum mengaku dirinya sempat diberi pesan khusus oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo. Pesan tersebut berisi doa agar dirinya dan petani lainnya tetap bahagia serta dalam keadaan sehat sentosa. Petani juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas menjadi tiga kali lipat dalam setahun. "Saya diberi nasehat dan semangat. Hari ini saya benar-benar senang. Dan saya doakan Pak Menteri juga sehat," katanya.

Pantauan di lokasi, Mentan juga sempat menjajal memanen padi dengan arit dan combain harvester. Kepada wartawan, Mentan mengaku senang karena petani dan pemerintah terus berkolaborasi mewujudkan kedaulatan pangan. "Alhamdulillah. Hari ini saya senang karena petani dalam keadaan sehat, sehingga mereka bisa menyediakan kebutuhan pangan," katanya.

Mentan SYL pada kesempatan itu juga mendorong Kabupaten Karawang menjadi model pertanian modern yang bisa tiga kali panen dalam semusim. Hal itu bisa terjadi karena Karawang merupakan wilayah subur dan terbukti menjadi lumbung pangan nasional.

"Bapak, Ibu sekalian. Kita harus bisa membuat negeri ini panen 3 kali. Kita rumuskan yuk. Dan saya mau Kecamatan Rawamerta di Karawang ini menjadi contohnya pertanian hebat di Jawa Barat," katanya.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago menyampaikan dukungan Kementan sangatlah besar, sehingga membuat Karawang mampu mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan nasional. "Alhamdulillah Karawang bisa kita pertahankan sebagai lumbung pangan Jawa Barat karena kita ada di posisi kedua setelah Indramayu," katanya.

Bahkan untuk memberikan intensif kepada petani, Pemda Karawang sudah membuat Perda No 13 tahun 2017 tentang perlindungan petani. "Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas bantuan Kementan yang pada tahun ini sudah mencapai Rp 11 miliar dalam bentuk alsintan, benih dan pupuk," tuturnya.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018