Kamis, 18 Juli 2024


Mentan Amran Sulaiman: Produksi Pangan Naik, Indonesia Beri Makan Dunia

16 Jan 2024, 05:48 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone -- Dengan semangat tanam perdana di tanah kelahiran, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong peningkatan produksi pangan. Langkah ini diyakininya akan membawa Indonesia menjadi penopang kesejahteraan global dengan memberikan makanan untuk dunia.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menyaksikan kegiatan tanam perdana di Dusun Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Senin (15/01/2024).

Dalam kunjungannya, Mentan Amran dengan tegas menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan produksi pangan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, demi kesejahteraan masyarakat setempat.

Menteri Amran Sulaiman dengan tekad kuat menyampaikan misi utamanya, yakni mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Bone dan menjadikannya sebagai pemimpin di sektor pertanian.

Dengan keyakinan tersebut, Mentan Amran berharap dapat menjadikan Bone sebagai pionir dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

"Bone harus menjadi leader swasembada pangan. Kita memiliki mimpi besar untuk memberi makan dunia,” tegas Menteri Pertanian.

Mentan Amran memprioritaskan penyelesaian permasalahan pupuk dalam kabinet keduanya. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 14 triliun, ia mengambil langkah revolusioner dengan menggantikan Kartu Tani menjadi Kartu Tanda Penduduk (KTP), semakin mempermudah petani dalam mendapatkan akses pupuk yang dibutuhkan.

“Sulitnya akses pupuk karena harus menggunakan kartu tani, sekarang kita ubah, sudah bisa gunakan KTP,” ungkap Mentan Amran.

Menteri Pertanian, selain menangani pupuk, juga memperhatikan isu solar. Dalam usahanya meningkatkan produksi nasional, Mentan Amran berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempermudah akses solar.

Ia mengusulkan sistem surat rekomendasi yang dapat ditandatangani oleh kepala desa sebagai syarat untuk mendapatkan solar, serta menekankan pentingnya pemantauan distribusi solar oleh aparat terkait guna memastikan kelancarannya.

“Saya minta surat rekomendasi cukup ditandatangani kepala desa. Tolong Pak Dandim, Kapolres dipantau kelancaran solar. Kita harus tingkatkan produksi secara nasional,” tutur Mentan Amran.

Menteri Amran Sulaiman mengingatkan tentang dampak serius krisis pangan yang sedang melanda beberapa negara, menyatakan bahwa krisis ini dapat memicu konflik sosial dan krisis politik. Dengan itu, Mentan Amran menekankan urgensi ketahanan pangan sebagai kunci untuk menjaga stabilitas negara.

“Kalau krisis ekonomi, petani makmur karena bisa ekspor pangan. Tapi kalau krisis pangan terjadi, bisa terjadi konflik sosial, krisis politik,” ujar Mentan Amran.

Menteri Pertanian mengakhiri sambutannya dengan optimisme, yakin bahwa Indonesia akan terus meningkatkan produksi pangan dan berperan aktif dalam penyediaan pangan global. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersatu dalam mendorong perkembangan sektor pertanian demi kesejahteraan bersama.

“Bersatu kita gerakkan pertanian. Tolong jangan lagi dipolemikkan pupuk. Insya Allah dewupakaasiri to ugie (red. Saya tidak akan permalukan kita orang Bugis),” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Menteri Pertanian adalah Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen PSP, Kepala Badan BSDMP, Wakasad, Pangdam, PJ Bupati Bone HA Islamuddin, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, COE AAS Community Andi Amar Ma’ruf, Yasir Machmud, Kadis Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman, Kapolres, Dandim, dan Kajari. 

Reporter : Nattasya
Sumber : Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018