
Presiden Jokowi dan Mentan Amran Sulaiman saat panen jagung di Sumbawa
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa proyek food estate dapat didanai baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun investasi dari sektor swasta.
"Bisa dua-duanya. Kalau ada yang ingin buka alhamdulillah, bisa dua-duanya," kata Amran.
Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, terlihat berbeda pendapat dengan Presiden Joko Widodo terkait pendanaan food estate.
Namun, Mentan Amran mendukung konsep food estate yang bisa didanai baik oleh APBN maupun melalui kemitraan dengan swasta. Baginya, yang terpenting adalah mencapai swasembada pangan.
"Makanya dua-duanya (APBN dan investor), ya kan food estate, kemudian untuk pangan, kalau nanti ada investornya banyak saya kira juga lebih bagus," jelasnya.
Menurutnya, Poin penting di sini adalah mencapai cita-cita swasembada pangan.
Bagi Amran Sulaiman tidak masalah jika proses pendanaannya melibatkan swasta atau APBN, selama tujuan swasembada tercapai. Dukungan terhadap keterlibatan swasta dalam proyek tersebut dianggapnya penting.
"Prosesnya itu mau swasta atau APBN enggak masalah. Kalau ada swasta yang berminat kita support swastanya," sambungnya.
Amran menekankan pentingnya mencapai swasembada pangan dengan target pencetakan sawah baru seluas 3 juta hektare dalam tiga tahun.
Amran juga mengungkapkan upaya pemerintah dalam mengembangkan sistem pompanisasi dan memberikan bantuan alat mesin pertanian untuk mempercepat peningkatan dan kelestarian produksi pertanian.
"Dalam rangka mencapai ketahanan pangan melalui food estate dan strategi lainnya, fokus utama kita adalah pada pangan. Dalam tiga tahun pertama, rencana kita adalah mencetak sawah baru seluas 3 juta hektare di seluruh Indonesia," sebutnya
Adapun langkah cepatnya meliputi pengembangan sistem pompanisasi, pemanfaatan benih unggul, serta pemberian bantuan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah.
"Ini adalah langkah awal yang krusial. Untuk jangka panjang, kita bergerak menuju swasembada dengan target mencetak tiga juta hektare sawah baru," ujarnya.