Wednesday, 21 October 2026


Persiapkan Makan Bergizi Gratis, INKUD Apresiasi Dapur Modern Katering Idea

18 Nov 2024, 13:44 WIBEditor : Herman

Kunjungan IKUD Ke Dapur Ketering Idea

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang – Tim kecil dari Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) Pusat melakukan kunjungan ke Katering Idea di Perumahan Taman Setiabudi, Banyumanik, Semarang. Dipimpin Ketua INKUD, Portasius Nggedi, kunjungan ini berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00, didampingi oleh anggota tim, yaitu Andi Handoko, Agus Junaedi, dan Maharani Novarianti.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda padat perjalanan kerja INKUD selama dua hari, termasuk kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Koperasi ke sentra produksi susu di Boyolali dan sosialisasi bersama Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Jawa Tengah di hari berikutnya.

Portasius menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan Maporina Jawa Tengah dalam mendukung program “Makan Bergizi Gratis” yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Pemilik Katering Idea, Sri Mujiyanti bersama jajaran pengurus Maporina Jateng seperti Afriadi M. Lalu, Fx. Supardiman, dan Djoko W, menyambut rombongan dengan hangat. “Mohon maaf, kondisi dapur kami tidak dalam keadaan rapi karena sedang produksi,” ungkap Bu Yanti, sapaan akrabnya, sebelum mengajak tim meninjau dapur dan proses produksi kateringnya.

Tim INKUD diajak melihat langsung alur produksi makanan di Katering Idea, yang beroperasi selama 22 jam setiap hari dalam tiga shift kerja. Mulai dari ruang penerimaan bahan mentah untuk menimbang, memeriksa, hingga memilah bahan, tim melihat bagaimana cold storage modern digunakan.

Cold storage tersebut terdiri dari ruang penyimpanan sayuran bersuhu 67°F dan penyimpanan daging bersuhu minus 0°C.

“Peralatan dapur kami menggunakan standar Nayati yang serba besar dan higienis. Alat steam ini, misalnya, bisa menanak nasi sebanyak 40 kilogram sekali masak, sedangkan steam soup ini mampu memasak hingga 100 porsi sup,” jelas Yanti. Ia juga menunjukkan oven multi-purpose yang digunakan untuk berbagai keperluan memasak.

Katering yang telah beroperasi selama lebih dari satu dekade ini melayani kebutuhan makan rutin, seperti untuk 1.200 taruna sebuah Sekolah Tinggi Pelayaran di Semarang. Selain itu, Katering Idea juga melayani makan siang rutin untuk karyawan perusahaan, instansi pemerintah, dan swasta, hingga acara besar seperti pekan olahraga atau festival.

Dengan dapur seluas 625 meter persegi dan 90 karyawan tetap, katering ini mampu memproduksi hingga 6.000 porsi makanan sehari.

“Kapasitas dapur kami sebenarnya mencapai 10.000 porsi per hari. Kami hanya perlu menambah satu shift karyawan lagi,” ungkap Bu Yanti optimistis.

Setelah melihat langsung aktivitas di dapur, Portasius Nggedi menyampaikan apresiasinya. “Dengan fasilitas dan sistem yang tertata seperti ini, Katering Idea dapat dipastikan mampu berperan sebagai Dapur Mandiri dalam program Makan Bergizi Gratis untuk siswa sekolah dan ibu hamil,” tuturnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada Maporina Jawa Tengah atas langkah-langkah aktifnya mempersiapkan anggotanya. Selain katering, Maporina juga menggandeng kelompok tani binaan untuk mendukung pasokan bahan pangan segar seperti beras dan sayuran.

Fx. Supardiman melaporkan bahwa Maporina telah menjalin komunikasi dengan 15 katering lain yang tersebar di Semarang, Boyolali, Solo, Sukoharjo, dan Sragen. “Kami juga telah berkoordinasi dengan kelompok tani untuk bersiap jika sewaktu-waktu ditunjuk sebagai pemasok bahan pangan ke dapur mandiri,” jelasnya.

Portasius menambahkan, program besar ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. “Sesuai arahan Presiden Prabowo, program ini diharapkan menjadi titik balik yang menggairahkan kehidupan koperasi di seluruh Nusantara,” pungkasnya.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018