Wednesday, 21 October 2026


Jubir Presiden : HPP Gabah, Menjawab Paradoks Petani Indonesia

22 Mar 2025, 06:30 WIBEditor : Yulianto

Juru Bicara dan Tenaga Ahli Utama Kantor Kepresidenan, Prita Laura saat menghadiri panen dan serap gabah petani di Klaten

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten---Kondisi petani di Indonesia secara umum harus diakui belum berada dalam tingkat kesejahteraan yang baik. Kondisi tersebut menjadi sebuah pradoks, karena di satu sisi petani sebagai produsen pangan (beras) untuk penduduk Indonesia yang jumlahnya sangat besar, tapi kehidupannya belum sejahtera.

Juru Bicara dan Tenaga Ahli Utama Presiden Comunicatioan Office, Prita Laura mengatakan, saat ini terjadi paradok di Indonesia yakni dengan junmlah penduduk yang sangat besar dan membutuhkan pangan, tapi petani Indonesia kurang sejahtera. Bahkan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat, Indonesia masih harus mengimpor.

”Paradok-paradok ini yang coba dijawab Presiden. Salah satunya dengan program pembelian gabah petani dengan harga yang baik Rp 6.500/kg,” katanya usai Panen dan Serap Gabah Petani oleh Bulog di Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jumat (21/3).

Karena itu, diharapkan dengan kebijakan penetapkan harga pembeli pemerintah (HPP) dapat menjawab persoalan kesejahteraan petani. Namun diakui, dalam prosesnya memang perlu mendapatkan kalibrasi. ”Jadi jangan langsung di cap gagal, tapi harus dilihat dari upaya pemerintah menjawab paradok dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dalam upaya membantu Bulog bisa membeli gabah petani sesuai HPP, ungkap Prita, pemerintah memberikan tambahan anggaran sebanyak Rp 16,6 triliun sebagai investasi. ”Ini investasi pemerintah ke Bulog agar bisa menyerap gabah petani. Jadi bukan dialihkan dari bantuan sosial,” katanya.

Jadi tambahan anggaran mempunyai dua tujuan. Pertama, memastikan ada bahan pangan di masyarakat, karena akan sangat terkait keamanan. Kedua, memastikan harga yang mudah dijangkau masyarakat dan mensejahterakan petani.

Dengan harga tinggi, Prita berharap dapat memotong praktek yang selama ini dapat memiskinkan petani. “Ini sudah perintah Presiden. Jadi semua gabah yang dibeli Bulog tidak boleh di bawah Rp 6.500/kg,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayor Jenderal TNI Marga Taufiq mengatakan, secara nasional penyerapan gabah petani sudah mencapai 400 ribu ton setara beras. Jumlah ini akan terus meningkat dengan semakin banyaknya wilayah yang akan panen pada Maret hingga April mendatang.

“Kita sudah membeli sebanyak 400 ribu ton di seluruh Indonesia. Bahkan terus naik yang sebelumnya rata-rata hanya 20 ribu ton per hari, sekarang mencapai 26 ribu ton per hari. Jumlah ini akan terus naik di beberapa wilayah sentra padi,” tuturnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018