
Mentan Amran tancap gas! Produksi padi 2025 dipastikan melonjak 60 persen! Pemerintah all-out, mafia pangan dibabat, petani sumringah, swasembada makin dekat di depan mata.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Mentan Amran tancap gas! Produksi padi 2025 dipastikan melonjak 60 persen! Pemerintah all-out, mafia pangan dibabat, petani sumringah, swasembada makin dekat di depan mata.
Pemerintah kembali menegaskan langkah serius dalam mewujudkan swasembada pangan. Tahun 2025 jadi tonggak penting. Target besar pun dipancang: produksi padi nasional harus meningkat signifikan.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam rapat evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT), optimasi lahan (oplah), serta program cetak sawah rakyat (CSR) dan padi gogo yang digelar di Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Dalam suasana rapat yang penuh semangat itu, Amran menyampaikan bahwa capaian tanam pada Maret 2025 mengalami peningkatan drastis, dari semula 900 ribuan hektare menjadi lebih dari 1,2 juta hektare.
“Ini capaian bagus, tapi jangan cepat puas. Kita nggak boleh lengah,” ujarnya lantang, sembari menekankan bahwa pemantauan harus dilakukan secara harian.
“Kalau mau pangan kita aman, evaluasinya jangan tunggu sebulan, tiap hari harus dicek," tambahnya.
Amran memasang target ambisius yaitu, LTT minimal harus tembus 1,6 juta hektare. Ia bahkan tak segan menyampaikan konsekuensi tegas kepada para penanggung jawab di daerah.
“Kalau target tidak tercapai, kamu yang jadi target,” katanya dengan nada serius, menandakan tak ada ruang untuk main-main dalam perjuangan pangan ini.
Tak hanya soal tanam, Amran juga memuji lonjakan penyerapan gabah oleh Bulog yang disebut naik hingga 2.000 persen dibanding periode sebelumnya
Data BPS menunjukkan bahwa produksi saat ini adalah yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Sebuah lompatan besar yang tak lepas dari kerja keras semua lini.
Dalam kesempatan itu pula, Amran menyentil persoalan klasik: mafia pangan. Ia menegaskan bahwa lebih dari 20 tersangka telah diamankan.
“Presiden memerintahkan langsung untuk berantas mafia. Kita kerja buat rakyat, nggak ada pilih-pilih, demi merah putih,” tegasnya penuh semangat.
Evaluasi Langsung Presiden
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, turut memberikan gambaran lebih dalam.
Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sangat intens memantau sektor pertanian.
“Saya dan Pak Menteri sering banget ditelepon langsung. Presiden concern banget sama ketahanan pangan, bukan cuma beras, tapi semua,” ungkapnya.
Mas Dar juga menjelaskan bahwa LTT sangat menentukan hasil panen.
“Nanam banyak, insya Allah panennya pun banyak,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa evaluasi dilakukan setiap hari dan tren satu bulan terakhir cukup menggembirakan.
Dari sisi kesejahteraan petani, kabar baik juga datang. Harga gabah di tingkat petani kini tembus di atas Rp6.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp5.000 hingga Rp5.500.
Pemerintah juga terus memantau harga di lapangan agar petani tidak dirugikan. Saat ini, rata-rata nasional harga gabah berada di kisaran Rp6.520 – Rp6.530.
Kementan memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan rutin. Setiap penurunan produksi akan ditindak tegas dengan pemanggilan para penanggung jawab.
Dengan strategi tanam yang ketat, pengawasan intensif, dan dukungan penuh dari pusat, pemerintah optimistis produksi padi 2025 akan melampaui tahun sebelumnya.
Bahkan, angka tetap (ATAP) menunjukkan lonjakan produksi hingga 60 persen, dengan total produksi beras dalam empat bulan pertama tahun ini mencapai 16,5 juta ton atau tertinggi dalam satu dekade terakhir.