
Untuk pertama kalinya dalam 57 tahun, stok beras RI tembus 4 juta ton! Mentan Amran rayakan pencapaian ini dengan syukuran haru bersama 100 anak yatim dan hafiz Al-Quran.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Untuk pertama kalinya dalam 57 tahun, stok beras RI tembus 4 juta ton! Mentan Amran rayakan pencapaian ini dengan syukuran haru bersama 100 anak yatim dan hafiz Al-Quran.
Kabar menggembirakan datang dari dunia pangan nasional.
Untuk pertama kalinya dalam 57 tahun terakhir, stok beras Indonesia menembus angka fantastis yaitu 4.001.279 ton!
Sebuah pencapaian luar biasa yang membuat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar syukuran sederhana namun penuh makna bersama 100 anak yatim dan para hafiz Al-Quran.
Syukuran ini digelar di kediaman pribadi Mentan Amran di kawasan Pengadegan, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/5/2025).
Tampak suasana haru dan khidmat menyelimuti acara ketika lantunan ayat suci Al-Quran menggema dari suara-suara jernih anak-anak penghafal Al-Quran.
"Ini bentuk rasa syukur kita atas capaian luar biasa ini. Kita doakan negeri ini semakin diberkahi, pangan kita semakin kuat, dan petani kita makin sejahtera," ujar Amran dalam sambutannya.
Stok Beras Tertinggi
Berdasarkan data real-time yang diterima Mentan per 30 Mei 2025 pukul 11.38 WIB, stok beras nasional di Perum Bulog mencapai 4.001.279 ton.
Ini bukan angka sembarangan karena mnurut Amran, rekor ini menyalip capaian tertinggi sebelumnya di tahun 1984 saat stok beras tembus 3 juta ton di era Presiden Soeharto.
"Tahun 1984 kita mendapat penghargaan dari FAO karena swasembada beras. Tapi waktu itu penduduk kita baru 161 juta jiwa. Sekarang sudah 284 juta! Jadi capaian hari ini jauh lebih besar tantangannya," jelas Amran dengan penuh semangat.
Tak hanya itu, Mentan Amran juga menyampaikan bahwa hingga akhir Mei 2025, pengadaan beras dari dalam negeri telah mencapai 2.407.863 ton, atau sekitar 80,26 persen dari target nasional sebesar 3 juta ton dan yang membuat prestasi ini makin mengagumkan adalah efisiensi waktu pengadaannya.
“Dulu, angka segini kita capai dalam setahun. Sekarang hanya lima bulan. Ini kemajuan signifikan. Terima kasih kepada para petani, BUMN, TNI-Polri, Kejaksaan Agung, hingga para gubernur yang telah bahu-membahu menyukseskan ini,” tutur Mentan.
Turut hadir dalam acara syukuran ini Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, serta Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Rahmad Pribadi.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga pangan semakin solid untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia.
"Ini bukan kerja satu orang. Ini hasil kolaborasi besar. Kami di Bulog siap menjaga stabilitas harga dan distribusi ke seluruh pelosok negeri," ujar Mayjen Novi.
Menuju Swasembada 2025
Capaian ini bukan akhir, melainkan awal dari ambisi besar menuju swasembada pangan sejati di tahun-tahun mendatang.
Mentan Amran menyebut program peningkatan produksi dan penguatan cadangan strategis akan terus ditingkatkan.
"Kita punya lahan, kita punya petani tangguh, dan sekarang kita punya semangat nasionalisme pangan. Saya yakin, kita bisa mandiri, bahkan ekspor beras ke luar negeri seperti dulu," pungkas Amran optimistis.
Acara syukuran ditutup dengan pemberian bingkisan kepada anak-anak yatim dan hafiz Al-Quran.
Suasana menjadi haru ketika mereka bersama-sama memanjatkan doa untuk negeri, untuk para petani, dan untuk para pemimpin bangsa.
"Semoga Indonesia makin sejahtera dan tidak ada lagi kelangkaan pangan. Aamiin," doa salah satu hafiz cilik yang diaminkan serempak oleh hadirin.
Di media sosial, kabar ini langsung viral dan menuai pujian warganet.
Banyak yang membandingkan prestasi ini dengan masa lalu, dan menyuarakan harapan agar Indonesia benar-benar bisa keluar dari ketergantungan impor.
“4 juta ton itu bukan main! Ini bukan cuma soal angka, tapi soal harapan buat Indonesia yang lebih berdaulat pangan,” tulis akun @PanganMandiriID.