
East Asia Plant Variety Protection (EAPVP) Forum ke-18 yang diselenggarakan di Singapura, 4–5 Agustus 2025.
TABLOIDSINARTANI.COM, Singapura---Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen dalam memperkuat sistem Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan pangan global.
Hal ini disampaikan pada East Asia Plant Variety Protection (EAPVP) Forum ke-18 yang diselenggarakan di Singapura, 4–5 Agustus 2025. Forum berlangsung di Hotel Four Points Riverview dan difasilitasi oleh Intellectual Property Office of Singapore (IPOS)
Pertemuan tahunan yang dihadiri 10 negara ASEAN serta mitra khusus Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan ini menyoroti pentingnya harmonisasi sistem PVT di kawasan.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc bersama Ketua Tim Kerja Pengelolaan PVT, Dr. Nina Agusti Widaningsih.
“Indonesia memandang PVT bukan hanya instrumen hukum, tetapi juga kunci dalam mendorong lahirnya varietas unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian nasional. Dengan memperkuat sistem PVT, kita berkontribusi pada ketahanan pangan regional sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” ujar Leli Nuryati dalam sesi pleno.
Forum EAPVP menjadi ruang pertukaran informasi mengenai perkembangan sistem PVT di masing-masing negara. Singapura dan Vietnam telah menjadi anggota penuh International Union for the Protection of New Varieties of Plants (UPOV).
Sementara Brunei Darussalam, Laos, dan Myanmar tengah dalam proses aksesi. Malaysia, Kamboja, dan Thailand sedang merevisi undang-undang agar sesuai dengan Konvensi UPOV 1991.
Indonesia dan Filipina juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kerangka hukum nasional melalui rencana amandemen UU PVT.
“Pembaruan regulasi nasional menjadi langkah penting agar sistem perlindungan varietas di Indonesia semakin relevan dengan kebutuhan petani, pemulia, serta tuntutan global,” jelas Leli.
Selain itu, Sekretariat EAPVP Forum mengumumkan dukungan pendanaan untuk sejumlah program 2025, antara lain promosi manfaat PVT bagi pembuat kebijakan (Thailand), penyusunan panduan pengujian BUSS (Kamboja dan Vietnam), serta peningkatan kapasitas SDM bidang PVT (Vietnam).
Tiongkok menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah Forum EAPVP ke-19 pada Agustus 2026 di Hainan.
Sebagai rangkaian kegiatan, seminar internasional bertajuk “Benefits of UPOV Membership in Your Country” akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2025.
Seminar ini menghadirkan pembuat kebijakan, petani, pemulia tanaman, dan organisasi internasional untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan dan manfaat keanggotaan UPOV.
Forum ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi negara-negara di kawasan untuk memperkuat sistem PVT, sehingga mendukung terciptanya pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.