
Kantor Padu Satu PPVTPP Kementan
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pusat Pelindungan Varietas Perijinan Pertanian (PPVTPP) terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepada publik. Dari hasil evaluasi selama Semester 1 tahun 2025, PPVTPP mendapat kriteria Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sangat baik.
Kepala Pusat PVTPP, Dr. Leli Nuryati mengatakan, pihaknya selama ini memang memberikan layanan cukup besar, setidaknya ada 27 layanan publik. Dari mulai layanan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), pendaftaran varietas tanaman, pelepasan PVT, perijinan pertanian, baik pupuk dan pestisida, serta perijinan ekspor-impor perbenihan dan perijinan lainnya.
“Kami berharap masukan stakeholder terhadap indek kepuasan masyarakat. Berkat dukungan stakeholder dan kolaborasi pada Semester 1 hasil IKM lebih dari target,” kata Leli saat Forum Komunikasi Publik Survei Kepuasan Masyarakat di Bogor, Kamis (4/9).
Hasil survei IKM, nilai kualitas layanan eksternal untuk PPVTPP sebesar 93,23 atau 3,73 dengan nilai mutu layanan A (sangat baik). Angka tersebut lebih tinggi dari target 3,55. Sedangkan kualitas layanan internal dengan nilai 3,80 lebih tinggi dari target 3,55.
Meski pencapaian sudah diatas target, Leli mengakui, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan dan pembenahan. Sebab, ada beberapa hal yang belum sesuai harapan, khususnya kecepatan layanan.
Leli mencontokan dalam layanan PVT ada proses bisnis yang memerlukan waktu, seperti pemberian sertifikat PVT harus melalui uji BUSS di kebun. Jadi tergantung waktu masa tumbuh jenis tanaman yang akan diuji, termasuk proses penyemaian benih. “Kadang pemohon juga terlambat memberikan benih yang akan diuji. Jadi semua prosedur harus dilalui dan memenuhi pengujian,” ujarnya.
Namun Leli mengakui masih ada kendala layanan yang terkait sistem seperti dalam meng-upload atau download berkas hasil rekomendasi PPVTPP, maka pihaknya akan melakukan perbaikan pada Semester 2 Tahun 2025 ini. “Untuk pelepasan varietas tanaman, kita akan melakukan intergrasi dengan OSS. Saat kamis sedang dalam proses pemeliharaan sistem,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut Leli, pihaknya akan terus memperbaiki inovasi layanan publik. Inovasi tersebut tidak hanya pengembangan sistem. Contohnya, pengembangan sistem layanan on line PVTPP sejak januari 2025 dan inovasi lain dalam efisiensi layanan, termasuk pemanfaatan fasilitas layanan di kantor Padu Satu.
Dalam pertanian berkelanjutan, Leli mengatakan, PPVTPP melakukan inovasi kebun KPS go green. “Kami mendorong tidak banyak memanfaatkan yang lebih banyak plastik. Kami juga melakukan pengelolaan sampah yang aman lingkungan,” katanya.
Leli menegaskan, PPVTPP terus berkomitmen mewujudkan wilayah bebas korupsi dengan pengawalan Itjen Kementerian Pertanian. Pada Tahun 2024, PPVTPP mendapat penghargaan sebagai salah satu lembaga yang wujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kmenterian Pertanian. “Kami berharap bisa masuk WBK tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum PPVTPP, Indirawati Shintya Dewi mengatakan sebagai pelayan publik, pihaknya wajib melakukan survei kinerja melalui IKM, sebagai indkator utama. Survei dilakukan secara berkala, setiap tahun 2 kali. Bahkan tahun ini, Kementerian RB mewajibkan survei IKM dilakukan 4 kali setahun atau triwulan.
“Kenapa dilakukan Forum Komunikasi Publik, ini merupakan kewajban lembaga pelayanan terhadap hasil survei. Nantinya hasil survei menjadi dasar perbaikan sistem dan sarana prasarana lainnya,” kata Shintya.
Dalam survei IKM, Shintya mengatakan, ada 27 jenis layanan yang diukur. Diantaranya, perlindungan varietas tanaman, pendaftaran varietas lokal maupun hasil pemulian, perijinan usaha per sektor, seperti hortikultura dan pangan, perijinan peredaran pestisida untuk pangan, obat hewan, ddan lain-lain.
Dari hasil survei, total nilai IKM mencapai angka 3,73 atau nilai layanan A (sangat baik). Dari 11 unsur layanan yang disurvei, Shintya mengakui, ada yang nilainya masih B yakni waktu layanan. “Ini menjadi PR kami agar ke depan bisa nilainya A,” ujarnya.
Shintya mengungkapkan, jika melihat tren iKM PPVTPP dalam 5 tahun (2022-2025) terakhir terus bergerak naik dari sebelumnya selalu di bawah target. Misalnya, tahun 2023, dari target 3,27 tercapai 3,39.