Tuesday, 10 March 2026


Pemda Tidak Serius, Mentan Janji Evaluasi dan Geser Anggaran Pasca Lebaran

25 Feb 2026, 14:51 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Rakorna dengan Pemda di Jakarta, selasa (24/2)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk tetap memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis pertanian lainnya. Momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas se-Indonesia, Mentan Amran secara langsung menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia juga mengevaluasi progres cetak sawah per provinsi dan meminta seluruh daerah melaporkan progres signifikan hingga akhir Maret 2026.

Amran menegaskan, daerah yang tidak menunjukkan keseriusan akan dievaluasi, bahkan anggarannya dapat dialihkan. "Kita akan akselerasi. Jika tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya, Menteri yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri yang tanggung jawab,” katanya Rakornas yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (24/2).

Evaluasi besar-besaran akan dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran pada April 2026. “Kita evaluasi nanti setelah Lebaran. April kita evaluasi, pergeseran anggaran kita lakukan besar-besaran. (Daerah) yang tidak serius, langsung kita pindahkan (anggaran dan programnya). Yang rajin, kita tambahkan. Kita mau negara ini berproduksi,” tegasnya.

Ia menambahkan, anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan menjadi produksi nyata. Karena itu, bantuan akan diprioritaskan kepada daerah yang progresnya baik, sementara daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara hingga menunjukkan perbaikan.

“Tolong seluruh Dirjen, daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi Kabupaten dan Provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke Provinsi lain, Kabupaten lain,” jelasnya.

Amran menekankan, langkah tegas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan perlindungan kepada daerah agar tidak terbebani target yang tidak mampu direalisasikan. “Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” katanya.

Cetak Sawah

Pada kesempatan itu, Amran mengatakan, cetak sawah merupakan fondasi keberlanjutan swasembada. Tahun lalu cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hadan tahun ini ditargetkan 250 ribu ha. Jika dikombinasikan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, swasembada pangan dapat berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan. “Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” ujarnya.

Amran juga memaparkan tren peningkatan produksi dan serapan beras. Berdasarkan data yang dipantau harian, pengadaan beras pada Januari meningkat tajam sebesar 78 persen dibandingkan periode sebelumnya. Jika tren kenaikan tersebut konstan dalam tiga bulan ke depan, stok nasional berpotensi mencapai sekitar 6 juta ton

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ungkapnya. Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran lengah.

Selain komoditas padi, Amran juga menegaskan, fokus pemerintah pada percepatan swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, dan lainnya.

Dengan langkah percepatan yang terukur, disiplin realisasi anggaran, serta sinergi pusat dan daerah, Kementerian Pertanian optimistis momentum swasembada pangan dapat terus diperkuat.

Pemerintah menargetkan peningkatan produksi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi membangun sistem yang kokoh dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018