Tuesday, 20 October 2026


Sambut Wamentan Alim, Ini Harapan Mentan

20 Oct 2026, 16:30 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Posisi Kementerian Pertanian terus diperkuat dengan hadirnya Wakil Menteri Pertanian kedua, Alim Setiawan Slamet yang sebelumnya ada Rektor IPB University. Sebelumnya ada Wakil Menteri Pertanian, Muhammad Saleh Mustafa yang merupakan Wakil Kepala Staf TNI AD.

Saat menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berharap dapat memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10). Mentan Amran menegaskan, kehadiran Wamentan Alim menjadi penguatan bagi Kementan dalam mengawal kesinambungan program swasembada pangan sekaligus mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern.

“Alhamdulillah, sekarang pertanian kita semakin kuat. Insyaallah swasembada pangan, khususnya beras, berkelanjutan di 2026. Ini sejarah baru,” katanya.

Dengan hadirnya Dr. Alim Setiawan sebagai Wamentan, Amran berharap akan memperkuat transformasi pertanian dari tradisional ke modern. Apalagi Wamentan Alim memiliki latar belakang akademisi, sehingga diharapkan kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin kuat, terutama untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Amran mengatakan, transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Langkah pertama yang telah dijalankan selama ini adalah menentukan komoditas unggulan berdasarkan potensi dan keunggulan komparatif setiap wilayah, kemudian memperkuat produksi, memberdayakan masyarakat, serta membangun rantai pasok yang terintegrasi.

“Komoditas apa yang menjadi unggulan kita, apa keunggulan komparatifnya, bagaimana budayanya. Setelah itu kita tetapkan komoditasnya, berdayakan masyarakat, dan bangun dari hulu sampai hilir. Itu solusi permanen ke depan. Ujungnya bagaimana menyejahterakan masyarakat, menekan kemiskinan dan pengangguran, serta menjaga stabilitas harga. Tidak ada kata lain, transformasi,” tuturnya.

Amran mencontohkan pengembangan padi melalui program peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan. Menurutnya, peningkatan hasil panen perlu dikawal dengan penguatan irigasi, pompanisasi, serta pendampingan hingga tingkat petani. Produktivitas yang meningkat diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat produksi komoditas strategis lain.

“Kita sudah jalankan berbagai program peningkatan produktivitas. Sekarang yang penting bagaimana kita kawal bersama, termasuk dengan perguruan tinggi. Kalau produktivitas padi meningkat dan lahan bisa dioptimalkan, kita punya ruang untuk memperkuat komoditas lain. Jadi program yang sudah berjalan jangan diganggu, tetapi dilanjutkan dan diperkuat,” ujar Amran.

Selain padi, Kementan juga mendorong pengembangan kedelai, bawang putih, jagung, dan komoditas strategis lainnya. Amran menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi dan penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani, sehingga peningkatan produksi dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.

“Untuk kedelai, orientasinya bagaimana kita mengurangi dan menghentikan ketergantungan impor. Bawang putih juga menjadi komoditas yang kita dorong. Kita libatkan kampus, kita lihat hasil risetnya, kemudian kita kembangkan dan terapkan di lapangan. Kalau program ini berjalan baik, dampaknya besar bagi produksi dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran meminta Wamentan Alim untuk memperkuat sinergi dengan seluruh jajaran Kementan dan menjalankan arah kebijakan yang telah ditetapkan bersama. Ia menegaskan, penguatan kepemimpinan harus diikuti dengan kerja nyata dan pengawalan program hingga ke lapangan.

“Pak Wamen, kita kolaborasi dan sinergi. Apa yang sudah menjadi arah kebijakan kita, itu yang kita jalankan bersama. Saya minta seluruh jajaran mendukung dan bekerja dengan baik. Kita harus pastikan program ini sampai ke bawah, dirasakan petani, dan memberikan hasil nyata. Kalau kita kompak, saya yakin swasembada pangan bisa kita jaga dan transformasi pertanian bisa kita percepat,” harapnya.

Sementara itu, Wamentan Alim menyatakan siap mendukung arah kebijakan Mentan Amran dengan mengedepankan pendekatan berbasis pengetahuan, data, dan riset. Ia juga menegaskan, petani harus menjadi pusat dari seluruh program pertanian, sehingga keberhasilan kebijakan diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Wamentan Alim menyebut dirinya datang dengan semangat belajar dan bekerja bersama jajaran Kementan yang telah lebih dahulu memahami kondisi lapangan.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018