Selasa, 23 April 2019


Jokowi Sebut Hilirisasi Produk, Prabowo Tuntut Reorientasi Ekonomi

13 Apr 2019, 22:21 WIBEditor : Gesha

Pada debat Capres 2019 kali ini Jokowi dan Prabowo mati-matian mengemukakan ide dan strategi | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Capres dan Cawapres Indonesia kembali terlibat debat di Sabtu (13/4) sebelum memasuki masa tenang. Debat terakhir ini mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan industri.

Dalam debat yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Capres 01 Joko Widodo mengemukakan pentingnya hilirisasi produk untuk membangun kekuatan ekonomi dari sumberdaya alam, sedangkan Capres 02 menuntut reorientasi ekonomi.

"Strategi ekonomi di bidang perikanan dan pertanian adalah hilirisasi (produk) dan industrialisasi," sebut Capres 01 Joko Widodo menanggapi pertanyaan panelis terkait pemanfaatan sumberdaya alam untuk meningkatkan ekonomi di tingkat petani, nelayan dan pekebun dalam Debat Capres ke 5 di Jakarta.

Jokowi mencontohkan industrialisasi tersebut dengan dibangun industri perikanan sebanyak-banyaknya pengolahan, pengalengan.

"Sehingga kita mengekspor dalam bentuk barang-barang olahan. Sudah packaging, labeling disini. Sudah dibangun brand dari sini," bebernya.

Begitu juga dengan komoditas perkebunan. Ke depan, Indonesia harus berani melakukan.hilirisasi. "Mencegah supaya ekspor kita tidak dalam bentuk mentahan. Minimal barang setengah jadi. Kita tekan untuk barang jadi," tegasnya.

Sedangkan untuk produk pertanian, Jokowi menyebut anak-anak muda Indonesia sudah banyak yang membangun ekosistem online.

"Yang ini kalau kita sambungkan dengan ekosistem offline dari produk produk pertanian memudahkan petani untuk langsung berhubungan dengan konsumen/pembeli lewat digital ekonomi," tukasnya.

Reorientasi Ekonomi

Menanggapi pernyataan Jokowi, Capres 02 Prabowo kembali menuntut reorientasi ekonomi. "Disini letak masalah ketika saya singgung bahwa terjadi de-industrialisasi dan tidak adanya strategi yang dijalankan pemerintah," tegasnya.

Prabowo menyebut tidak sinkronnya ide dengan kebijakan yang selama ini ditempuh Jokowi. "Bapak sudah berkuasa 4,5 tahun tapi kenapa Bapak mengijinkan impor. Petani Hancur!. Kenapa tidak melakukan industrialisasi tetapi lebih difokuskan infrastruktur," tukasnya.

Prabowo juga sempat menuding tujuan pembangunan infrastruktur hanya untuk memperlancar impor. "Jangan-jangan mempermudah barang luar masuk ke Indonesia?! Bukan barang Indonesia ke luar. Ini masalah yang kami katakan. Perlu ada reorientasi ekonomi strategi pembangunan!," tegasnya.

Prabowo menegaskan perlu ada policy yang tegas untuk menghentikan aliran uang keluar negeri. Dan fokus untuk membangun industri di segala bidang. 

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018