Kamis, 14 November 2019


DPR : Ngurus Sektor Pertanian Butuh Pemimpin Kuat

24 Jun 2019, 20:44 WIBEditor : Gesha

, Mentan Amran mampu menggebrak sektor pertanian secara cepat dan tepat. Gebrakan itu antara lain ditandai dengan pencapaian swasembada komoditas pangan utama seperti beras, jagung, cabe dan bawang merah. | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Keberhasilan dan capaian pertanian periode 2015-2019 bukanlah perkara mudah dilakukan. Diperlukan sosok pemimpin yang tegas, inovatif, pekerja keras serta mampu mengarahkan dengan baik semua pelaku pertanian, utamanya para petani yang tersebar di seluruh pelosok daerah.

"Kalau berbicara pembangunan pertanian, dibutuhkan dukungan kepemimpinan yang kuat. Nah, Selama ini, sosok tersebut ada pada diri pak Mentan Amran," ujar Hasanuddin, Anggota Komisi IV DPR Fraksi PPP, Senin (24/6).

Menurut Hasanuddin, Mentan Amran mampu menggebrak sektor pertanian secara cepat dan tepat.

Gebrakan itu antara lain ditandai dengan pencapaian swasembada  komoditas pangan utama seperti beras, jagung, cabe dan bawang merah.

"Semua kebijakan tersebut berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Misalnya stabilitas harga pangan di tingkat konsumen selalu terjaga, termasuk pada saat hari besar keagaman, seperti lebaran dan natalan. Inilah komponen yang berpengaruh dalam menekan angka kemiskinan di masyarakat," katanya.

Hasanuddin mengatakan, capaian swasembada juga terjadi pada tataran makro, dimana stabilitas harga pangan mempengaruhi turunnya inflasi pangan dan kemiskinan di pedesaan.

Kondisi ini, yang selanjutnya mempermudah kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan sektor riil.

"Lebih elok lagi semua pencapaian ini didukung melalui penyelenggaraan prinsip akuntansi keuangan yang sangat baik. Makanya jangan heran, jika Kementerian Pertanian selama tiga tahun terakhir berhasil mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)," katanya.

Meski demikian, berbagai keberhasilan ini tidak mungkin tercapai bila Kementan tidak mendapat dukungan dari lembaga terkait, serta peranan Pemerintah Daerah yang semakin desentralisasi.

"Sebagai contoh, upaya peningkatan produksi padi dan jagung tidak akan berhasil bila tidak di dukung oleh adanya irigasi yang baik, dan ini banyak terkait dengan Kementerian PUPR. Demikian juga dari sisi harga jual, stabilitas harga terutama saat panen raya, hanya akan terwujud bila didukung oleh kebijakan yang sejalan di Kementerian Perdagangan dan BULOG," katanya.

Hasanuddin menambahkan, ke depan pembangunan pertanian harus dikelola oleh Kementerian setingkat Menko agar fungsi koordinasi dapat lebih mudah dilakukan, atau tetap dikelola Kementerian Pertanian, namun dengan pemimpin yang selevel Amran.

"Sebab beliau (Amran Sulaiman) secara pribadi maupun menteri terbukti nyata telah mencurahkan seluruh hidupnya untuk pembangunan pertanian. Beliau juga mampu menggerakan seluruh komponen bangsa di pusat dan daerah untuk mendukung gerak pembangunan pertanian. Karena itulah, sudah saatnya, Amran kembali dipercaya menjadi Menteri Pertanian," katanya.

Ibarat Duo Sepakbola

Dalam kesempatan rapat kerja DPR dengan Kementerian Pertanian minggu waktu lalu, Pimpinan Komisi IV, Roem Kono mengapresiasi kerja keras Amran yang mengakomodir semua kepentingan petani maupun pihak terkait dalam memajukan sektor pertanian.

"Pak Amran merupakan menteri yang hebat. Sebab sejauh ini beliau mampu bersinergi dengan semua pihak untuk mensukseskan program pembangunan pertanian," katanya.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV Fraksi Partai Demokrat, Michael Wattimena mengibaratkan sosok Amran sebagai megabintang Cristiano Ronaldo di Juventus atau sosok Leonel Messi di Barcelona. Kedua pemain itu adalah tokoh kebangkitan sepakbola di klub dan negaranya masing-masing.

"Ibarat sepakbola, tidak berlebihan rasanya jika Mentan Amran ini adalah Ronaldo dan Messi yang merupakan tokoh utama kebangkitan tim sepakbola di klub dan negaranya," katanya.

Anggota komisi IV lainya, Rahmad Handoyo menilai banyak kemajuan dan peningkatan yang signifikan pada sektor pertanian, khususnya dibawah pimpinan Andi Amran Sulaiman.

"Padahal anggaran Kementan sejak tahun 2014 terus turun. Tapi selama ini kami mencatat bahwa PDB naik dan inflasi turun. Capaian ini hanya bisa dilakukan oleh menteri seperti pak Amran," tandasnya.

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018