Wednesday, 21 October 2026


Dekati Pertambangan, Ekspor Pertanian Sulsel Kian Moncer

16 Aug 2021, 12:00 WIBEditor : Yulianto

Plt. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman saat pencangan merdeka ekspor pertanian

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar —Di tengah pendemi Covid-19 ekspor pertanian mengalami penigkatan, bahkan mendekati sektor pertambangan. Angkanya untuk ekspor pertanian 11,45 persen dan pertambangan 14,4, terpaut hanya ini 3 persen. Bahkan ke depan, diharapkan ekspor pertanian dapat menyalip pertambangan

“Alhamdulillah pertanian ini luar biasa peningkatan dari tahun ke tahun, Sulsel meningkat luar biasa sekali. Kalau melihat catatan-catatan kami ekspor kita ini sudah hampir menghampiri ekspor di bidang pertambangan dari 2020 ke 2021,” kata Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman pada acara Ekspor Merdeka yang dilepas Presiden Joko Widodo, Sabtu (14/8).

Bahkan Sudirman optimis ekspor komoditas pertanian dapat menyalip pertambangan dan bisa menjadi sektor terdepan di Sulsel. Kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang merupakan mantan Gubernur Sulsel, Plt Gubernur ini menyampaikan, ekspor ini menjadi momentum yang baik bagi petani dalam meningkatkan kesejahteraanya. “Pangan menjadi keunggulan Sulsel,” ujarnya.

Dalam produksi beras Sudirman menegaskan, juga surplus, terlihat dari penggilingan dan gudang penuh. Langkah selanjutnya adalah melakukan mobilisasi nasional beras Sulse ke provinsi lain. Demikian juga untuk ekspor.

“Ini tentu menjadi momentum terbaik kami untuk melakukan mobilisasi nasional sektor beras untuk mengosongkan gudang-gudang. Di bulan 8 panen raya bisa mengisi gudang-gudang dan tidak khawatir dengan produksi kami,” ujarnya.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Ini ril di lapangan terjadi. Petani semua meminta dan berharap bagaimana pusat membantu mobilisasi nasional untuk beras dari Sulsel ke provinsi lain dan juga ketika memungkinkan untuk ekspor,” tambahnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Sidrap juga turut menyaksikan acara Ekspor Merdeka yang dilepas Presiden Joko Widodo dari Ruang Kerja Bupat, Lantai III Kantor Bupati Sidrap. Hadir dikesempatan itu, Sekretaris Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi, Wakil Ketua DPRD Sidrap, Andi Sugiarno Bahri, dan Dandim 1420 diwakili Danramil 1420-04/Watang Pulu, Lettu Inf Abdul Rajab.

Selain Bupati Sidrap, Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) juga menyaksikan pelepasan ekspor komoditas pertanian program Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinamai ‘Merdeka Ekspor’ melalui sambungan virtual dari pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sabtu (14/8)

Di Sulsel, hanya ada lima kepala daerah yang diundang secara khusus oleh Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar, salah satunya adalah Bupati ASA. Alasannya karena Sinjai merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi ekspor. Bahkan setiap tahunnya berkontribusi dalam ekspor komoditas pertanian di Sulsel.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena diundang untuk menyaksikan langsung bersama pak Plt Gubernur, bagaimana potensi ekspor yang dikirim didalamnya juga terdapat hasil pertanian petani kita,” ujarnya.

Kedepannya Bupati ASA, berharap kuantitas potensi ekspor pertanian yang ada di Bumi Panrita Kitta’ sebutan daerah Kabupaten Sinjai seperti Talas Jepang, kopi, Porang, lada serta cengkih mampu bertambah, termasuk produktivitas dan kualitas ekspor komoditi itu sendiri.

“Kita akan mendorong dan berharap dinas pertanian untuk lebih mengembangkan komoditas ekspor yang ada di Sinjai, sehingga lebih produktif dan kesejahteraan petani kita lebih meningkat lagi serta menumbuhkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Program Merdeka Ekspor dilaksanakan untuk menyambut peringatan HUT RI ke-76. Ekspor produk-produk pertanian dalam program tersebut dilakukan melalui 17 pintu pelabuhan/bandara di 17 provinsi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo secara khusus memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani, peternak, pekebun, pelaku usaha agribisnis, dan pemaku kepentingan pertanian yang selama masa pandemi telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. "Peningkatan ekspor komoditas pertanian berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani," ujar presiden.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut dengan antusias bahwa Sulsel menjadi pintu bagi banyak sektor, termasuk pertanian. “Banyak hal yang harus gatenya harus di Sulsel. Sulsel tidak boleh lagi mengandalkan tambang-tambang makan pagi Pak Gub. Pertanian makan untuk selamanya. Terima kasih Pak Gubernur,” sebut SYL

Vvolume ekspor yang dilepas mencapai 626,4 juta ton atau senilai 7,29 triliun. Meliputi komoditas perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan komoditas lainnya. Tahun 2024 ditargetkan ekspor pertanian tiga kali lipat melalui peningkatan kerjasama dengan pemerintah daerah.

 

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018