Sabtu, 07 Desember 2019


Pala Maluku, Gaspol Langsung ke Tiga Negara

30 Apr 2019, 20:25 WIBEditor : Gesha

Ekspor pala Maluku ini semakin menggairahkan | Sumber Foto:Tiara

Pihak pembeli sepakat untuk membeli biji pala organik grade ABCD dan SS dengan tambahan harga 15?ri harga pasaran pala non organik

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Ambon ---  Siapa yang tidak tahu pesona rempah-rempah Provinsi Maluku. Pala salah satunya. Bahkan dengan keunikannya hingga sekarang, Pala Maluku makin gaspol ekspor ke tiga negara.

"Zaman penjajahan Belanda dulu, orang tahu ada negara Indonesia karena Maluku," tukas Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Selasa (30/4).

Barnabas menemani Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Kepala Badan Karantina Pertanian, dan jajaran pejabat Kementan lainnya melakukan Launching Ekspor Pala Organik.

"Ekspor ini merupakan satu moment yang sangat penting untuk kita memulai produk organik, ternyata pasar di ekspor ke luar biasa. Apalagi masih banyak negara-negara yang terbuka untuk menerima beragam produk pertanian organik. Kali ini untuk pala karena potensi di Maluku luar biasa," ungkap Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagyo.

Biji pala yang dibeli adalah biji pala grade ABCD dan SS, sedangkan untuk bunga pala adalah grade whole (utuh) dan broken (kondisi patah).

Pihak pembeli (buyer) sepakat untuk membeli biji pala organik grade ABCD dan SS dengan tambahan harga 15?ri harga pasaran pala non organik.

Untuk bunga pala organik grade whole dan broken disepakati penambahan harga sebesar Rp 5 ribu/kg.

Kasdi mengatakan, saat ini harga pasaran biji pala sebesar Rp 125 ribu - 135 ribu per kg, sedangkan untuk bunga pala sebesar Rp 210 ribu per kg.

Biaya transportasi pengangkutan biji dan bunga pala dari petani ke gudang milik eksportir ditanggung oleh pihak eksportir.

Untuk tahun pertama (2019), disepakati pembelian pala dari 6 kelompok tani pelaksana kegiatan pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan sebanyak 83 ton untuk biji pala dan 60 ton untuk bunga pala.

"Negara tujuan ekspornya Belanda, Dubai dan India," tukas Kepala Barantan Ali Jamil pada kesempatan yang sama.

Nilai total ekspor pala organik dari Maluku sebesar Rp 24,075 miliar dengan rincian Biji pala sebesar Rp 11,475 miliar dan fulli sebesar Rp 12,6 miliar.

Ali menjelaskan jika sebelumnya pala asal Maluku diekspor ke berbagai negara melalui pelabuhan di Surabaya dan Makassar, setelah acara launching ini pengiriman pala Maluku dikirim langsung ke negara tujuan.

Lebih lanjut, Ali menuturkan di bidang perkarantinaan, Barantan memberi jaminan produk ini sehat. "Kalau ini tumbuhan kita menyebutnya phytosanitary certificate dan sudah kesepakatan perdagangan internasional," bebernya.

Karena itu, Barantan serahkan phytosanitary certificate ke PT Kamboti Pusaka Maluku selaku eksportir untuk mendampingi produk ini berangkat ke negara manapun, sesuai tujuan ekspor.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018