Air menjadi faktor utama dalam usaha tani. Apalagi di daerah yang termasuk wilayah kering, seperti di NTB. Tak terkecuali, di Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
Namun untuk kemajuan pertanian di daerahnya, Abdul Halim, petani di desa tersebut rela menghibahkan lahannya untuk dibangun embung. Pada 2017, petani yang memiliki lahan seluas 4 ha di kaki Gunung Rinjani ini menghibahkan lahan seluas 1.500 meter.
Embung tersebut dibangun dengan bantuan anggaran dari Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP). “Lahan ini saya hibahkan untuk kepentingan masyarakat, juga demi masa depan pertanian disini,” katanya.
Bagi Halim, satu alasan utamanya adalah apa yang dilakukan adalah amal yang menjadi ‘bekalnya’ kelak. “Saya cuma minta satu. Sediakan sepetak lahan untuk makamnya kelak diantara lahan miliknya itu ketika saya meninggal,” ujarnya.
Berkat embung dari lahan yang dihibah Abdul Halim ini, sekitar 60 ha lahan sawah di Desa Sukamulia Timur dapat terairi dan petani bisa menanam padi. Padahal sebelumnya, petani di wilayah ini hanya bertanam ubi jalar, jagung dan tebu.
“Dengan embung ini, petani optimis bisa panen tiga kali, dengan jagung sebagai pertanaman ketiga. Sedangkan dua lainnya padi,” katanya seraya berharap, semoga apa yang Halim lakukan dapat dilanjutkan generasi penerus. “Saya minta agar embung ini dijaga dan dirawat. Jika ada kerusakan lekas diperbaiki,” tambahnya. Tia
Editor : Yulianto