Thursday, 22 October 2026


Para Teladan Diharapkan Jadi Duta Pertanian Daerahnya

16 Aug 2018, 08:08 WIBEditor : Gesha

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) setiap tahunnya mencari dan menjaring petani dan penyuluh yang memberikan daya ungkit pertanian di daerahnya. Para teladan ini pun diharapkan bisa menjadi duta pertanian (brand ambassador) sehingga mempertahankan eksistensi pertanian daerahnya.

“Mereka adalah SDM terpilih, professional, mandiri dan berdayasaing sehingga bisa menjadi suri tauladan yang lainnya,”ungkap Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono ketika silaturahim dengan para petani, penyuluh, gapoktan serta kelompok ekonomi petani (KEP) Teladan tahun 2018, Rabu (15/8).

Digelarinya titel teladan bagi penyuluh dan petani memberikan tanggung jawab besar bagi pemegangnya. “Mereka bisa menjadi brand ambassador, duta besar dunia pertanian karena sudah ada contoh nyata apa yang mereka lakukan. Dan itu lebih efektif untuk bisa menularkan ke orang lain,” tutur Momon.

Tak hanya untuk menularkan pada yang lain, penyuluh dan petani teladan ini juga berjuang untuk mempertahankan eksistensi pertanian di masa depan.

Misalnya gelar teladan untuk Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan, harus membuktikan diri supaya Kabupaten tidak berpikiran bahwa BPP tidak ada gunanya sehingga harus menutupnya. “BPP harus menunjukkan eksistensinya di semua kabupaten,” tegas Momon.

BPP ini menurut Momon sangat penting karena merupakan wadah bagi penyuluh yang berhubungan langsung dengan petani. BPP juga menjadi indikator jalannya penyuluhan di tingkat kecamatan. “Kalo dinamikanya positif maka penyuluhan jalan di kecamatan tersebut,” jelas Momon.

Begitupula dengan gelar teladan bagi Kelompok Ekonomi Petani (KEP) atau bentuk kelembagaan petani lainnya (gapoktan), maka fungsinya harus berjalan yaitu sebagai wadah pembelajaran, wadah kerjasama, dan unit produksi usaha.

Kepala Pusat Penyuluhan, Siti Munifah mengungkapkan beberapa kriteria yang tergolong teladan. Misalnya petani, apabila dia memiliki kapasitas untuk bisa mengajak petani yang lain dalam kegiatan usaha tani yang menguntungkan dari skala ekonomi.

Kedua, bisa menggerakkan petani yang lain untuk melakukan perubahan-perubahan cara berbudidaya dengan aturan main GAP (good agriculture Practices). “Kemudian dia juga punya jejaring yang luas sehingga nanti dengan harapan, kalo dia terpilih dia juga mengajak petani yang lain untuk bisa melakukan hal yang serupa. Semakin dia teladan, semakin banyak orang yang dipengaruhi,” jelas Munifah.

Selain itu petani tersebut bisa melakukan proses  pertaniannya atau berbudidayanya selalu mengikuti inovasi baru atau respon terhadap perubahan inovasi yang sudah dijadikan atau disarankan oleh pemerintah. “Jadi secara kemampuan mereka bisa beradaptasi dan menerima inovasi. Dia terus berusaha terus berusaha untuk memperkaya kemampuannya,” beber Munifah.

Untuk diketahui, Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional Tahun 2018 merupakan bentuk apresiasi dan motivasi pemerintah yang diberikan kepada para penyuluh pertanian teladan, kelembagaan penyuluhan berprestasi, petani maupun kelembagaan petani berprestasi dalam pembangunan pertanian.

Pemberian penghargaan ini dilakukan setiap tahun yang dirangkaikan dengan hari besar nasional, dan para penerima penghargaan tersebut diikutsertakan untuk mengikuti rangkaian peringatan HUT RI ke-73

Untuk tahun 2018 dari 5 (lima) kategori teladan/berprestasi telah terpilih 25 orang yang masuk ke dalam 5 (lima) besar dan akan dipilih 15 orang yang merupakan teladan nasional dan yang akan dipanggil ke Jakarta.

Dengan adanya keteladanan ini ke depan tentunya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani segera terwujud. Penghargaan teladan ini juga diharapkan tidak hanya tingkat nasional saja tetapi  di masing-masing provinsi di masing-masing Kabupaten itu juga ada lomba-lomba keteladanan ini.

"Syukur-syukur sampai tingkat kecamatan pun ada teladan karena dengan makin banyak teladan,artinya orang yang bisa dicontohkan orang yang bisa diteladani makin banyak. Semakin membuktikan juga petani sudah maju dan patut diteladani," beber Momon. (gsh)

Kategori Petani Teladan 2018

No Nama Asal
1 I Wayan Padet Sulawesi Tengah/Morowali
2 Erwin Nusa Tenggara Barat/Bima
3 Ujang Margana Jawa Barat/Bandung
4 Maimun AR Aceh/Biereun
5 Jurino Merino Tambajong Sulawesi Utara/Minahasa Selatan

 

Editor :  Gesha

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018