Wednesday, 21 October 2026


Sambut Panen, Gresik Siagakan Kostraling

12 Mar 2021, 20:06 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat panen di Gresik

TABLOIDSINARTANI.COM, Gresik---Menyambut musim panen, Pemerintah Daerah Gresik telah menyiapkan kostraling untuk mengamankan harga gabah petani. Kabupaten Gresik mempunyai luas lahan keseluruhan kurang lebih 61.704,6 hektar (ha). Seluas 37.941,4 ha diantaranya merupakan lahan sawah dan 23.763,2 ha tegalan.

"Alhamdulillah  disini produktivitasnya cukup tinggi sekitar 6,4 ton/ha. Produksi padi tahun 2020 sebesar 413.995,6 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan jagung  sebesar 132.555,1 ton dan kedelai  sebesar 103,8 ton,” kata Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah di sela-sela panen padi bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduk Sampean, Kabupaten Gresik, Jumat (12/3).

Secara hitungan, Aminatun menyebutkan keuntungan petani Gresik bisa sekitar Rp 14,5 juta/hektar dimana pendapatan sekitar Rp 24 juta per hektar dan biaya produksi Rp 9,5 juta per hektar. “Alhamdulillah ada RMU lokal punyanya Pak Latif dengan kapasitas 10 ton per hektar, juga tersedia dryer dan gudang. Kami harap bisa berperan untuk mengamankan harga padi di saat puncak panen raya ini,” ujarnya.

Selain itu, pada tahun 2021 ini telah diprogramkan sasaran produksi padi sebesar 412.549 ton, jagung sebesar 166.322 ton dan kedelai 105 ton. Varietas Ciherang, Inpari 42 dan Inpari 32 yang paling umum digunakan petani saat ini.  Bantuan benih yang sudah di berikan ke Kabupaten Gresik diantaranya benih padi untuk pertanaman 2.500 ha sejumlah 62,5 ton, jagung untuk luasan 1.000 ha sejumlah 15 ton dan kedelai luasan 40 ha.

Aminatun mengatakan berbagai komoditas hortikultura juga dikembangkan di Kabupaten Gresik. Ke depan akan terus berupaya untuk dikembangan sehingga kesejahteraan petani tetap bisa terus di wujudkan. "Terima kasih atas kedatangannya ke Kabupaten Gresik. Mudah mudahan kedepan petani semakin semangat lagi,"  kata Aminatun.

Di tempat yang sama Mentan Syahrul  mengharapkan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Kostraling di Kecamatan sebagai ujung tombaknya. “Komitmen yang kuat semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan akan menjadi indikator keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi, jagung dan kedelai,” katanya.

Mentan menyebutkan, pertanian itu harus dimulai dari hulu dan hilir, budidaya dan pascapanen, cara- cara terampil untuk menghilangkan kerugian serta mekanisasi pengolahan lahan. Salah satu bentuk kepedulian pemerintah pusat untuk mendukung swasembada pangan adalah bantuan benih, bantuan alat mesin pertanian serta sarana dan prasarana lainnya (pupuk, jaringan irigasi).

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyebutkan dalam operasionalnya, kostraling ini sudah mampu mengakses KUR. Sudah tiga tahap yang diambil, tahap pertama Rp 500 juta  sudah lunas, tahap kedua Rp 350 juta sudah lunas juga dan tahap tiga dapat Rp 150 juta tinggal sisa pengembalian Rp 10 juta.

Hal ini menunjukkan bahwa penggilingan-penggilingan ini bisa jalan dengan baik, mampu mekases KUR berkali-kali dan bisa meningkatkan kapasitasnya. Selanjutnya yang diperlukan adalah hilirisasinya. Perlunya menambah combine harvester, dryer, RMU, serta packaging beras.

Sebagai informasi pertanian mampu menunjukkan peningkatan kinerjanya di tengah kondisi Pandemi wabah Covid 19. Baru saja BPS merilis produksi padi tahun 2020 mengalami peningkatan dibandingkan  tahun lalu, yakni sebesar 31,33 juta ton beras atau naik sebanyak 21,46 ribu ton atau 0,02 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 31,31 juta ton beras.

Begitu pula dengan potensi produksi periode Januari–April 2021 yang diprediksi mengalami kenaikan sebesar 5,37 juta ton GKG (26,88%)  bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. “Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia tangguh dalam menghadapi berbagai macam goncangan, tetap eksis menyediakan makan rakyat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara mikro dan makro,” tutur Suwandi.

==

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018