
28 jenis produk singkong
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Singkong menjadi komoditas yang sangat potensial sebagai substitusi beras, bahkan menjadi cadangan pangan keluarga dan masyarakat. Apalagi komoditas tersebut mudah tumbuh dihampir seluruh wilayah Indoensia.
Kepala Pusat Cadangan Logistik Strategis Kementerian Pertahanan, Brigjen Marrahmat mengatakan, dalam kebijakan ketahanan pangan nasional, komoditi singkong menjadi pilihan. Hal ini karena singkong mudah tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia, bahkan dapat tumbuh pada lahan yang marjinal dan tidak memerlukan sistem irigasi kompleks.
Selain itu menurutnya, singkong merupakan salah satu sumber karbohidrat yang baik untuk cadangan pangan, bersifat gluten free, memiliki aplikasi yang luas pada produk, dan turunanya, termasuk untuk keperluan medis maupun energi.
Dikatakan, untuk cadangan logistik strategis ditargetkan ada penanaman lahan seluas 1 juta ha singkong. Cadangan pangan strategis nasional itu digunakan sebagai cadangan pangan 10,2 juta ton karbohidrat berupa tapioka dan MOCAF (modief cassava flour). Jumlah itu setara 98 miliar bungkus mie atau 1 bungkus mie singkong untuk setiap rakyat Indonesia setiap hari.
“Kelebihan lain dari pengembangan singkong adalah industrinya akan mampu menyerap lapangan kerja baru sebanyak 67,4 ribu orang,” katanya.
Sementara itu, Achmad Subagio, Guru Besar Universitas Jember mengatakan, strategi pengembangan singkong sebagai cadangan pangan yang melibatkan keluarga dan masyarakat perlu dikembangkan. Untuk itu, perlu strategi pengadaan cadangan pangan seperti upaya membangun food estate.
Bentuk cadangan pangan bisa berupa produk antara atau setengah jadi, yaitu mocaf, singsaras yaitu bentuk sawut kering yang dapat disimpan dalam jangka 6-12 bulan, singkong goreng beku berbentuk irisan panjang yang disimpan dalam bentuk beku. Sedangkan produk jadi antara lain mie kering/instant, bubur bongkah, sosis asap kering, dan kerupuk kering
Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyampaikan, pemanfaatan singkong sebagai salah satu konsep 5 cara bertindak yakni diversifikasi pangan lokal. Kementan sudah mempetakan sentra singkong sampai hilir.
Tahun 2019 ada luas panen sekitar 628 ribu ha dengan produksi singkong sebanyak 16,35 juta ton. Kinerja produksi singkong terus mengalami peningkatan mulai tahun 2018 terlihat dengan peningkatan sebesar 1,51 persen.
Adapun lima provinsi dengan produksi singkong paling tinggi pada tahun 2018 adalah Lampung , Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Produktivitas singkong secara nasional fluktuatif, rata-rata dalam 5 tahun terakhir sebesar 23,99 ton/ha.
“Kami meminta petani juga bisa berinovasi dalam pendayagunaan singkong untuk cadangan pangan Keluarga dan masyarakat, sehingga tercipta keluarga yang sehat dan sejahtera,” katanya.