Wednesday, 21 October 2026


Lakukan Mitigasi dan Adaptasi

15 Nov 2022, 04:08 WIBEditor : Yulianto

Babinsa membantu petani tanam padi

Prediksi BMKG kondisi iklim saat ini makin ekstrim. Interval musim hujan pada Oktober - Maret dan Musim Kemarau pada April - September, sehingga tidak dapat menjadi patokan lagi untuk menanam. Untuk itu, penyuluh pertanian dan petani diharapkan mampu membaca dan meramal iklim di wilayahnya serta mengantisipasinya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Arif Surachman mengatakan, perubahan iklim adalah sebuah fenomena yang dicirikan dengan terjadinya pergeseran pola curah hujan, meningkatnya temperatur, meningkatnya tinggi permukaan laut, meningkatnya kasus banjir, kekeringan.  “Dampak negatif perubahan iklim terkait dengan masalah ketersediaan air dan gangguan hama dan penyakit,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan iklim menurut Arif, diperlukan dukungan inovasi yang mampu menekan dampak negatif akibat kekeringan, banjir dan gangguan hama dan penyakit. Inovasi tersebut meliputi pengaturan penggunaan varietas serta pengelolaan lahan dan air yang efisien.

Dikatakan, tindakan adaptasi yang dianjurkan antara lain pembangunan secara masif embung untuk menampung air hujan guna menghadapi kemarau panjang. Pengembangan irigasi hemat air melalui irigasi perpipaan, irigasi tetes (drip irrigation) dan lain-lain. “Untuk mengurangi penguapan air, kita bisa memperluas aplikasi mulsa di lahan kering,” ujarnya.

Adaptasi lainnya menurut Arif, dengan perbanyakan benih secara masif, utamanya varietas toleran kekeringan dan varietas toleran rendaman/banjir. Sedangkan dalam upaya meningkatkan kapasitas tanah menahan air (water-holding capacity) diperlukan pengembangan secara masif Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) untuk aplikasi bahan organik tanah.  

Upaya mitigasi perubahan iklim Arif melihat juga tetap diperlukan, terutama menekan emisi gas metana yang merupakan faktor utama terjadinya perubahan iklim secara global. “Upaya mitigasi dapat ditempuh dengan mengembangkan teknologi pemupukan, teknologi pengolahan tanah dan penggunaan varietas rendah emisi,” ujar Arif.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018