Petani panen padi
Sejumlah petani di Banten juga bersiap masuk panen raya padi. Di beberapa lokasi, pertanaman padi diperkirakan dapat dipanen mulai akhir Februari atau awal Maret 2024. Dinas Pertanian Provinsi Banten menyebut hasil panen raya akan menghasilkan gabah kering panen sekitar 261.965 ton dan surplus sebesar 45.963 ton beras.
Salah satu lokasi pertanaman padi yang akan dipanen petani berada di hamparan lahan seluas 144 ha di Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Di lokasi yang berbeda, Koordinator Penyuluh Kecamatan Pamayaran, Haerudin mengatakan, dari total luas baku lahan 2.054 ha di Kecamatan Pamayaran, petani sudah memanen sekitar 426,75 ha. Jadi masih ada 1.627 ha yang diperkirakan panen pada Maret-April secara bertahap dengan rata-rata hasil 5,5 ton GKP/ha.
Petani Jawa Tengah dan Jawa Timur juga tengah masuk masa panen padi dan melangsungkan panen raya mulai akhir Februari hingga puncaknya diperkirakan April mendatang. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Didik Rudy Prasetya mengatakan, pa
nen tahun ini mengalami peningkatan luas panen. Jika semula 51.741 ha pada Januari menjadi 108.435 ha pada Februari. Bahkan luasan tersebut akan meningkat pada Maret sebesar 361.151 ha. ”Angka luas panen Januari-April merupakan angka potensi yang dihitung dari realisasi luas tanam Oktober 2023 sampai Januari 2024,” kata Rudy.
Dengan panen tersebut, ia memperkirakan pada Februari akan ada surplus beras sebanyak 10.926 ton. Sedangkan surplus pada Maret bisa mencapai 922.822 ton. Hitungannya, total luasan panen pada Januari-Desember bisa mencapai 2.028.214 ha. Sedangkan total surplus beras masa panen 2024 diperkirakan mencapai 2.821.661 ton.
“Jika kita melihat angka ketersedian beras berdasarkan stok tahun lalu, sebenarnya tidak kekurangan ketersediaan beras karena secara komulatif masih ada sisa stok tahun lalu. Bahkan dengan tambahan panen pada Januari dan Februari akan ada surplus sekitar 2.8 juta ton,” kata Rudy usai memantau daerah yang panen dan taman padi di Jawa Timur, Jumat, Jumat (23/2).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Supriyanto mengaku optimis dengan kinerja produksi padi tahun ini yang mampu menambah stok beras hingga berlipat. Apalagi, pemerintah secara intens terus memberikan bantuan benih secara gratis. “Dari Jawa Tengah kami sangat yakin dan juga optimis pasokan beras hasil panen petani tahun ini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri," katanya.
Sementara itu, Kementerian Pertanian memastikan produksi beras dalam negeri dari berbagai daerah tetap akan memasok kebutuhan nasional. Bahkan diprediksi jumlah produksi pada awal tahun 2024, mulai dari Januari hingga Maret akan memasok kebutuhan nasional.
Pada Januari 2024, dari seluruh daerah di Indonesia diprediksi produksi padi berjumlah 1,6 juta ton-Gabah Kering Giling (GKG). Lalu, pada Februari 2024, prediksi produksi padi berkisar di angka 2,4 juta ton GKG. Kemudian Maret 2024 sebanyak 3,51 juta ton GKG. “Pada April diprediksi akan lebih tinggi lagi dibandingkan Maret. Jadi ketersediaan beras dapat terjaga, apalagi kini masuk musim panen,” kata Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, M. Ismail Wahab