Thursday, 22 October 2026


Musim Tanam Gadu, Wamentan Ingatkan Petani Antisipasi Dini Hama Penyakit

18 May 2025, 07:35 WIBEditor : Yulianto

Wamentan, Sudaryono saat berkunjung ke BBPOPT di Karawang

TABLOIDSINARTANI.COM, KARAWANG--- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyoroti pentingnya penanganan hama dan penyakit yang dapat berpengaruh pada produksi pertanian. Pada musim tanam gadu ini, salah satu yang perlu diantisipasi adalah hama tikus. 

Untuk itu, ia mengapresiasi dan mendorong peran Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian untuk terus melakukan deteksi dini dan langkah pencegahan hama dan penyakit.

BBPOPT adalah balai yang bekerja meramalkan dan menanggulangi hama yang kemungkinan akan menyerang tanaman, bisa padi, jagung, buah-buahan, dan lainnya.

"Mereka tidak hanya memantau dan meramalkan potensi serangan hama, tetapi juga memastikan agar ancaman itu bisa ditangani sebelum berdampak luas pada produksi pangan kita,” kata Wamentan Sudaryono saat kunjungan ke BBPOPT di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5).

Wamentan Sudaryono menjelaskan, tugas BBPOPT tidak sekadar merespons serangan hama, melainkan melakukan deteksi dini dan peramalan berbasis pola agar ancaman bisa diantisipasi sejak awal. Cara kerja ini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan setelah serangan meluas.

“Kalau hama sudah banyak, biayanya besar, dampaknya luas, dan biasanya petani terpaksa pakai pestisida. Padahal pestisida itu mahal dan punya efek negatif jangka panjang. Maka pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman padi dan kerusakannya tinggi adalah tikus. Jika saat mengolah tanah menemukan hama tersebut,  maka petani harus segera membasmi. 

Pasalnya tikus perkembangbiakannya cukup cepat. Jika ada 4 pasang saja, maka dalam waktu cepat jumlah tikus yang ada di sawah bisa mencapai ratusan ekor. "Kalau sudah banyak kita akan sulit membasminya," ujarnya. 

Satria Baja Hitam

Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar juga mengapresiasi kerja para petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Mereka seperti Satria Baja Hitam yang menjadi ujung tombak di lapangan dalam melakukan pengamatan, identifikasi, hingga penanggulangan awal serangan hama.

“POPT ini adalah orang-orang yang bekerja silent, Satria Baja Hitam yang membasmi hama, sangat berjasa untuk hajat hidup orang banyak. Dia tugasnya mengamati, dia langsung diidentifikasi, kemudian sebisa mungkin sebelum menular yang banyak itu dikendalikan,” tuturnya. 

Selain itu, Wamentan Sudaryono menyoroti pentingnya sinergi antara POPT, penyuluh pertanian, serta pemanfaatan teknologi informasi agar respons pengendalian hama bisa lebih cepat dan akurat.

Ke depan, ia menyebut Kementerian Pertanian akan terus memperkuat dukungan terhadap BBPOPT, baik dari sisi SDM, sarana, maupun inovasi teknologi.

“BBPOPT ini bukan hanya soal Karawang, tapi soal ketahanan pangan nasional. Peran mereka strategis, karena tanpa perlindungan tanaman yang kuat, produksi pangan kita terancam,” katanya. 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018