Thursday, 22 October 2026


Ramadhan dan Lebaran, Mentan/Kepala Bapanas Jamin Stok dan Harga Pangan Terjaga

22 Jan 2026, 14:29 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke pasar

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Pemerintah menjamin pasokan dan harga pangan selama Ramdhan dan Lebaran Idul Fitri terjaga. Bahkan Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan untuk menindak pelaku usaha yang memainkan stok dan harga.

“Hari ini kita rapat koordinasi yang dihadiri pihak terkait pedagang, pengusaha, produsen, Bulog seluruh Indonesia, Satgas Pangan, BPS dan Kementerian Perdagangan. Kesimpulannya adalah kita menjaga harga eceran tertinggi pangan sejak saat ini sampai Ramadhan dan Lebaran,” kata Amran usai Rapat Koordinasi Pengamanan HBKN Jelang Puasa dan Idul Fitri 2026, Kamis (22/1).

Dari data yang ada menurut Amran, pangan strategis seperti beras stok hingga kini mencapai 3,3 juta ton, stok tertinggi pada awal tahun sepanjang sejarah. Kemudian minyak goreng juga tersedia 700.000 ton. “Jadi tidak ada alasan harga untuk naik,” katanya.

Begitu juga  harga ayam yang terjadi saat ini hanya Rp 22-23 ribu/ekor atau di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) Rp 25 ribu/ekor. Kemudian harga telur dan bawang merah menurut Amran relatif aman. “Stok kita cukup. Kesimpulan kita adalah tidak boleh ada pengusaha seluruh Indonesia menjual di atas HET,” katanya.

Jika ada yang menjual diatas HET atau Harga Acuan Pemerintah (HAP), Amran mengatakan, Satgas Pangan akan turun tangan. Bahkan jika perlu menindak pelakunya.  “Sudah lama kita menghimbau tidak boleh menjual di atas HET. Jadi saat ini yang akan kita lakukan adalah penindakan,” tegasnya.

Amran mengatakan, pemerintah pernah menindak tegas pelaku usaha yang mencoba mempermainkan harga minyak goreng, khususnya Minyakita yang dijual di atas HET Rp 15.700/liter.

Baginya, sebagai negara produsen terbesar sawit di dunia, kenaikan harga minyak goreng tidak masuk akal. “Masih ingat nggak minyak goreng dulu pernah langka. Masuk akal enggak? Indonesia adalah produsen minyak goreng terbesar dunia. Apa alasannya kelangkaan minyak goreng?” katanya.

Karena itu, Amran meminta pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan untuk ditindak tegas dan tidak ada lagi kata himbauan “Ini tidak main-main. Kita bekerja untuk kalian untuk produsen, untuk konsumen, untuk pedagang supaya tumbuh bersama semua menikmati,” ujarnya.

Amran mengatakan, dalam Rakor Pengamanan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), semua unsur pelaku usaha terlibat. Bahkan produksi dan distributor sepakat tidak menjual pangan strategis di atas HET atau HPP. “Kita harus menjaga supaya produsen tersenyum, pedagang bahagia dan konsumennya juga ikut menikmati Bulan Suci Ramadhan,” ujarnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018