
Bimbingan Teknis kepada Penyuluh Pertanian Swadaya di Lokasi IPDMIP di Serpong, Jumat (25/3)
TABLOIDSINARTANI.COM, Tangsel---Penyuluh merupakan bentuk pembelajaran kepada orang dewasa (andragogi). Karena itu perlu teknik tersendiri agar bisa mengajak petani/masyarakat untuk memahami ilmu atau teknologi inovasi baru.
“Banyak penyuluh kita yang sarjana datang ke kelompok tani dan bilang ini teknologi baru, tapi kadang tidak diterima masyarakat atau petani,” kata Ketua Dewan Pembina Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia), Mulyono Machmur saat Bimbingan Teknis kepada Penyuluh Pertanian Swadaya di Lokasi IPDMIP di Serpong, Jumat (25/3)
Karena itu menurut Mulyono, perlu teknik dalam pembelajaran kepada orang dewasa. Misalnya, saat ke petani penyuluh harus bisa membuat cair suasana (icebreaking). Setelah cair, baru kemudian mencoba menginventarisasi masalah yang dihadapi petani. Baru kemudian memberikan solusi terhadap masalah.
“Jadi ini inti dari pendidikan orang dewasa. Sayangnya, banyak penyuluh yang tidak paham terhadap teknik ini. Akibatnya, apa yang disampaikan kadang tidak diterima petani,” tutur Mulyono yang juga Pemimpin Perusahaan Tabloid Sinar Tani.
Mulyono mengatakan, andragogi adalah ilmu dan seni membantu orang dewasa belajar. Bahkan penyuluh itu lebih banyak seninya. Berbeda dengan militer yang lebih banyak komando, tapi seni sedikit. “Penyuluh merupakan seni mempengaruhi orang dan mengajak orang. Jadi bagaimana kita mempengaruhi agar petani mau belajar,” katanya.
Andragogi lanjut Mulyono juga merupakan pendidikan orang dewasa, pendidikan luar sekolah, pendidikan berkelanjutan dan pendidikan seumur hidup. “Jadi penyuluhan pertanian merupakan salah satu wujud dari pendidikan orang dewasa. Sedangkan transfer teknologi hanya bagian kecil dari penyuluhan,” tegasnya.
Dengan demikian, andragogi sebagai cara menilai kebutuhan dan minat keluarga tani dan nelayan. Selain itu juga bagaimana membangkitkan hasrat untuk petani berperan dan membantu memiliki keterampilan. Bahkan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Dasar Andragogi
Apa yang menjadi dasar utama andragogi? Mulyono mengatakan, orang dewasa telah meninggalkan bangku sekolah cukup lama dan metode belajar juga telah berubah. Orang dewasa juga perubahan fisik telah berubah karena usia lanjut.
Mulyono menjelaskan, ada empat prinsip andragogi. Pertama, lebih percaya diri dan mengetahui apa yang diinginkan. Setidaknya ada empat kriteria petani yakni, petani peniru, petani penggugu, petani pengguru dan petani pengempu yakni petani yang mengajarkan petani lainnya.
“Harusnya petani swadaya adalah petani pengempu,” katanya. Karena itu penyuluh swadaya harus memahami kriteria petani tersebut agar bisa memberikan pelajaran ke petani.
Kedua, memiliki banyak pengalaman yang menjadi sumber pembelajaran bagi dirinya dan orang lain. Ketiga, mau memikul tugas yang lebih berat. Keempat, mau memperoleh pengetahuan yang dapat segera digunakan.
Bagaimana ciri-ciri pelajar orang dewasa? Menurut Mulyono, setidaknya ada empat ciri. Pertama, umumnya orang dewasa ingin diperlakukan dengan rasa hormat. Kedua, mereka ingin dipandang sebagai perorangan yang khusus mempunyai kemampuan yang berbeda.
Ketiga, ingin diikutsertakan dalam menciptakan pengalaman belajar sendiri. Sedangkan bila diberi kesempatan, maka mereka akan menganggap pengetahuan baru sebagai miliknya.
“Jadi dalam penyuluhan kita harus memahami bagaimana proses memberi pelajaran kepada orang dewasa,” katanya. Karena andragogi, lanjut Mulyono, merupakan hubungan saling membantu petani dengan penyuluh dan upaya membantu petani menggali dan memberikan solusi permasalahan petani.