
Pemagangan Petni Milenial Di Balitsereal
TABLOIDSINARTANI.COM, Maros --- Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa sebagai PPIU Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan penerimaan 19 peserta magang bersertifikat di Balai Penelitian Tanaman Serealia.
Program pemagangan bersertifikat ini untuk membekali peserta Program Yess untuk menjadi dua hal utama yaitu sebagai Job Creator dan Job Seeker, khususnya di bidang pertanian.
Kegiatan ini disambut baik oleh Balai dan nantinya akan didampingi oleh peneliti serta tenaga teknis dari Balitsereal mengenai cara memproses dan membuat benih dari jagung hibrida dan tanaman lain seperti sorgum serta serealia potensial lainnya. Peserta akan dibimbing dan didampingi dari panen hingga pasca panen supaya peserta nantinya akan paham dalam pembelajaran selama 3 bulan kedepan.
Sebelum pemagangan, di awal akan diadakan tes untuk minat. keinginan dan pengetahuan awal mengenai tanaman jagung dan di akhir kegiatan akan dilaksanakan tes kompetensi kepada peserta magang.
Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin menyampaikan bahwa program Kementan saat ini fokus mengenai krisis pangan dan antisipasi PMK.
“Semua lahan yang kosong diupayakan untuk ditanami dengan komoditi pangan. Perlu adanya perubahan pola makan dari nasi ke jagung, nasi ke kentang, dan nasi ke ubi”, ujar Syaifuddin.
Syaifuddin menambahkan menurut data BPS ada pengurangan petani sebanyak 5jt org dalam waktu 10 tahun. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena bisa mengganggu ketahanan pangan yang harus diantisipasi oleh Kementan dengan cara merekrut 2.5 juta petani milenial diantaranya tugas BPPSDMP.
Selanjutnya Syaifuddin mengatakan, dalam kegiatan YESS ini umumnya berupa bimtek, jadi kapasitasnya ditingkatkan lalu dibidang usaha dan nanti baru hasilnya. Salah satu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas diri dengan pelatihan dan magang dan terakhir saya berterima kasih sehingga proses magang ini dapat terlaksana.
Terakhir Syaifuddin berpesan kalau mau sukses ada 3 faktor yakni integritas, inovasi teknologi, dan pelayanan.
Selain Direktur dan Wakil Direktur I Polbangtan Gowa, axara tersebut dihadiri Suardi Bakri selaku konsultan TVET dan Samsul dari Dinas Pertanian serta peserta dari 4 kabupaten lokasi YESS yakni 2 dari Bantaeng, 6 dari Bone, 3 dari Bulukumba, dan 8 dari Maros