Sunday, 19 April 2026


5 Kabupaten di Jawa Barat Jadi Model Sukses Cetak Ribuan Petani Muda Hebat

08 Jul 2025, 08:24 WIBEditor : Gesha

Program YESS Kementan berhasil mencetak ribuan petani muda tangguh di 5 kabupaten Jawa Barat. Dari Subang hingga Cianjur, mereka jadi motor penggerak pertanian modern dan berkelanjutan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Program YESS Kementan berhasil mencetak ribuan petani muda tangguh di 5 kabupaten Jawa Barat. Dari Subang hingga Cianjur, mereka jadi motor penggerak pertanian modern dan berkelanjutan.

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menunjukkan hasil menggembirakan.

Lima kabupaten di Jawa Barat seperti Subang, Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Cianjur tercatat sebagai model sukses regenerasi petani muda berbasis vokasi dan kewirausahaan.

Di Kabupaten Subang, tercatat 67.728 penerima manfaat, 8 klaster komoditas (nanas, jamur, sapi, padi), terbentuknya Subang Youthpreneur, serta dua koperasi alumni YESS yang aktif.

Bupati Subang bahkan menyoroti peran strategis sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja, mengingat jumlah pengangguran di wilayahnya yang mencapai 63.000 jiwa.

Kabupaten Bogor tak kalah progresif, Program YESS di wilayah ini menyentuh 6.098 penerima manfaat, mengembangkan 10 klaster komoditas, membentuk 3 koperasi petani muda, serta mencatat akses permodalan sebesar Rp2,7 miliar.

Salah satu inovasi unggulan adalah integrasi hasil pertanian lokal dengan dapur pemenuhan gizi (MBG) berbasis komunitas.

Di Cianjur, sebanyak 19.550 orang mendapat manfaat langsung dari program ini, lebih dari 30.000 peserta mengikuti pelatihan di berbagai level, dan terbentuk 17 Business Development Service Provider (BDSP) yang aktif membina petani muda.

Tak hanya hasil, daerah juga mulai mengintegrasikan program ini dalam kebijakan jangka panjang. Cianjur, misalnya, berencana memasukkan keberlanjutan Program YESS ke dalam dokumen RPJMD lima tahunan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan lokal.

Titik Kumpul Strategi

Capaian ini mengemuka dalam gelaran District Multi-Stakeholder Forum (DMSF) sepanjang bulan Juni 2025.

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, akademisi, off-taker, lembaga keuangan, penyuluh pertanian, hingga alumni Program YESS.

Fokus utama DMSF adalah menyusun langkah keberlanjutan Program YESS dan memperkuat ekosistem agribisnis daerah.

Dalam forum DMSF, berbagai pihak menekankan pentingnya sinergi multipihak. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyebut Program YESS sebagai pilar strategis untuk mencetak petani muda yang mampu menghadapi tantangan global.

“DMSF adalah langkah menyatukan seluruh pemangku kepentingan. Kita ingin mencetak petani muda yang cerdas, adaptif terhadap teknologi dan pasar, serta menjadi motor transformasi pertanian menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa kunci keberhasilan Program YESS adalah keberlanjutan dan kolaborasi.

“Kita telah membuktikan bahwa pendekatan inklusif, didukung semua pihak, mampu mencetak petani muda berdaya saing. Kini saatnya memperkuat ekosistem agribisnis agar alumni YESS terus tumbuh dan menjadi bagian penting pembangunan daerah,” jelas Idha.

Rekomendasi Strategis

DMSF di lima kabupaten menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain:

1. Integrasi Program YESS ke dalam RPJMD Kabupaten, agar mendapat dukungan anggaran dan kebijakan jangka panjang.

2. Penguatan kelembagaan koperasi petani muda, guna memperluas akses pembiayaan dan pasar.

3. Pemanfaatan alumni YESS sebagai penyuluh swadaya, untuk mendukung program penyuluhan di lapangan secara mandiri.

4. Kemitraan dengan off-taker dan lembaga keuangan seperti Bank Mandiri, BJB, dan Pegadaian, guna memperkuat akses modal dan jaringan distribusi hasil pertanian.

5  Pengembangan Subang Youthpreneur Summit, sebagai ruang inkubasi bisnis bagi petani muda dan alumni YESS.

Keberhasilan di lima kabupaten ini menjadi bukti bahwa pertanian dapat menjadi sektor masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda.

Program YESS tak sekadar mencetak petani produktif, tetapi juga mendorong ekosistem agribisnis berkelanjutan dari hulu ke hilir, termasuk pemanfaatan teknologi seperti smart farming, digital marketing, dan integrasi sistem berbasis IoT (Internet of Things).

Dengan keberhasilan implementasi di Subang, Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Cianjur, Program YESS di Jawa Barat kini diharapkan menjadi model replikasi nasional untuk mempercepat regenerasi petani di daerah lain.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018