
Sebanyak 67.728 petani milenial jebolan Program YESS Kementan sukses cetak omzet fantastis: Rp32 miliar per tahun dari lima kabupaten di Jabar.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Sebanyak 67.728 petani milenial jebolan Program YESS Kementan sukses cetak omzet fantastis: Rp32 miliar per tahun dari lima kabupaten di Jabar.
Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian melalui PPIU Jawa Barat menunjukkan hasil signifikan dalam mendorong regenerasi petani muda.
Hingga pertengahan 2025, sebanyak 67.728 pemuda telah menerima intervensi langsung dan mulai menjalankan usaha pertanian. Omzet gabungan dari klaster-klaster usaha mereka tercatat menembus Rp32 miliar per tahun.
Program ini mencakup lima kabupaten, yaitu Bogor, Cianjur, Sukabumi, Subang, dan Tasikmalaya, dengan total 83.587 calon penerima manfaat (CPM) yang telah terdaftar.
Para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pendampingan usaha, akses permodalan, hingga penguatan kelembagaan melalui koperasi dan inkubator bisnis.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa program YESS telah menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam menciptakan petani milenial yang mampu bersaing dan membangun usaha pertanian yang berkelanjutan.
“Petani milenial adalah kunci swasembada pangan di masa depan. Mereka tidak hanya menjadi tenaga kerja, tapi juga pelaku usaha pertanian yang mampu membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa pendekatan pendidikan vokasi dan pendampingan yang terintegrasi dalam YESS terbukti efektif dalam mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian.
Di lapangan, program YESS mendorong terbentuknya 38 klaster pertanian berbasis komoditas unggulan seperti kopi, cabai, hortikultura organik, ayam petelur, domba, singkong, bawang daun, jamur tiram, hingga padi ketan.
Klaster-klaster ini berhasil meningkatkan skala usaha, pemasaran, serta produktivitas anggotanya.
Sebanyak 929 individu telah menerima hibah kompetitif dan 23 klaster mendapatkan dukungan hibah kelompok.
Hasilnya, program ini menciptakan 1.609 lapangan kerja baru. Rata-rata penerima manfaat mencatat peningkatan omzet sebesar Rp20,3 juta dan kenaikan laba sebesar Rp9,9 juta setelah mengikuti program.
Di sisi akses pembiayaan, Program YESS juga mendorong pemanfaatan berbagai sumber permodalan.
Tercatat 4.038 penerima manfaat telah berhasil mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total nilai lebih dari Rp132 miliar.
Selain itu, 10.633 akses ke lembaga keuangan lainnya seperti BRI, BNI, Mandiri, BSI, BJB, BTN, PNM, dan Pegadaian telah tercatat.
Program ini juga memfasilitasi terbentuknya koperasi-koperasi petani muda yang kini aktif mendorong kegiatan ekonomi lokal.
Beberapa di antaranya adalah Koperasi Millennial Agro Mandiri (Bogor), Agro Mandiri Muda (Cianjur), dan Subang Agro Sinergy (Subang).
Tidak hanya fokus pada pelatihan teknis dan akses modal, Program YESS juga menyediakan fasilitas pendukung seperti pemagangan, inkubasi bisnis, serta bursa kerja pertanian.
Hingga saat ini, 331 peserta telah mengikuti pemagangan di sektor agribisnis dan 28 tenant aktif tercatat dalam inkubator bisnis.
Dengan masa implementasi yang akan berakhir pada Desember 2025, PPIU Jawa Barat optimistis bahwa capaian ini dapat menjadi model percontohan bagi provinsi lain dalam menyiapkan regenerasi petani.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, penguatan kapasitas, dan integrasi lembaga keuangan, Program YESS telah membuka peluang baru bagi anak muda untuk menekuni sektor pertanian secara profesional dan mandiri.