Thursday, 12 March 2026


Mentan Amran: Pertanian Maju Dimulai dari Mindset Penyuluh

10 Feb 2026, 06:39 WIBEditor : Gesha

Pertanian tak cukup dibangun dengan alat dan anggaran. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, perubahan mindset penyuluh menjadi kunci utama mendorong pertanian maju, mandiri, dan berdaya saing.

TABLOIDSINARTANI.COM, Sembalun --- Pertanian tak cukup dibangun dengan alat dan anggaran. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, perubahan mindset penyuluh menjadi kunci utama mendorong pertanian maju, mandiri, dan berdaya saing.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian nasional berawal dari perubahan pola pikir penyuluh pertanian. Penegasan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (9/2/2026).

Dalam pertemuan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mentan Amran menekankan bahwa penyuluh memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai teladan nyata keberhasilan pertanian. Menurutnya, penyuluh harus berani mandiri, termasuk dengan memiliki dan mengelola kebun sendiri sebagai contoh di lapangan.

“Pertanian maju dimulai dari mindset penyuluh. Jangan tanya apa yang negara berikan, tapi apa yang bisa kita berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, bahkan Bupati, asal mau bekerja keras dan konsisten,” ujar Mentan Amran di hadapan para penyuluh.

Ia menyebutkan, tantangan utama pembangunan pertanian saat ini bukan lagi sebatas teknologi, alat mesin pertanian, atau sarana produksi, melainkan kesiapan sumber daya manusia untuk berubah dan bergerak cepat. Mindset siap kerja dan siap eksekusi dinilai menjadi fondasi kemajuan sektor pertanian di daerah.

“Negara ini akan maju kalau kita terbiasa bilang ‘siap’ dan langsung bertindak, bukan sibuk berdebat. Kalau SDM pertanian kuat, daerah akan maju, dan Indonesia ikut melesat,” tegasnya.

Kunjungan kerja Mentan Amran ke Sembalun juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap peran penyuluh dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Kawasan Sembalun sendiri dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura unggulan di NTB, dengan komoditas sayuran dan buah yang menopang pasokan pangan regional.

Melalui kunjungan ini, Kementerian Pertanian berharap motivasi para PPL semakin meningkat, sehingga pendampingan kepada petani dapat berjalan lebih efektif. Penguatan mindset penyuluh diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, daya saing pertanian, serta percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan di Lombok Timur dan wilayah NTB secara umum.                     

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018