
Memasuki usia ke-56 tahun, Tabloid Sinar Tani dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya dalam memperkuat pengetahuan dan kapasitas petani serta penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Memasuki usia ke-56 tahun, Tabloid Sinar Tani dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya dalam memperkuat pengetahuan dan kapasitas petani serta penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.
Konsistensi menyajikan informasi pertanian yang aktual menjadikan Sinar Tani sebagai salah satu media yang membantu memperluas akses pengetahuan bagi insan pertanian.
Apresiasi tersebut datang dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti sebagai apresiasi atas kiprah Sinar Tani yang telah hadir dan mendampingi pembangunan pertanian selama lebih dari lima dekade.
“Selamat ulang tahun, selamat milad kepada Sinar Tani yang ke56 tahun,” ujar Idha dalam ucapan Peringatan Hari Ulang Tahun Sinar Tani yang ke-56 pada 29 Agustus 2026.
Menurut Idha, sejak hadir pada 1970, Sinar Tani terus menjadi bagian dari ekosistem informasi pertanian.
Kehadirannya dinilai memberikan manfaat bagi BPPSDMP, penyuluh, petani, serta masyarakat pertanian secara luas, terutama dalam memperoleh informasi mengenai perkembangan sektor pertanian.
“Sejak tahun 1970, Sinar Tani terus setia kepada BPPSDMP, Kementerian Pertanian, mendukung penyuluh dan petani di seluruh Indonesia,” katanya.
Bagi Idha, pengembangan SDM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian. Infrastruktur, sarana produksi, teknologi, maupun kebijakan tidak akan memberikan hasil optimal tanpa dukungan manusia pertanian yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.
Dalam konteks tersebut, informasi menjadi salah satu instrumen penting.
Petani dan penyuluh membutuhkan informasi yang cepat, akurat, relevan, serta mudah dipahami agar mampu mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Pertanian 2023 menunjukkan besarnya ekosistem pertanian yang perlu mendapatkan dukungan pengetahuan dan informasi.
BPS mencatat terdapat 28.191.747 petani yang didefinisikan sebagai orang perseorangan dan/atau keluarganya yang melakukan usaha pertanian pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan SDM pertanian memiliki cakupan yang sangat luas.
Petani tidak hanya membutuhkan dukungan berupa sarana produksi, tetapi juga memerlukan pengetahuan mengenai teknologi budidaya, pengelolaan usaha tani, akses pasar, pembiayaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, efisiensi penggunaan sarana produksi, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.
Di sinilah peran penyuluh menjadi sangat strategis. Penyuluh merupakan penghubung antara kebijakan, inovasi, teknologi dan kebutuhan petani di lapangan.
BPPSDMP dalam Rencana Strategis 2025–2029 mencatat berdasarkan data Sistem Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) dan Sistem Informasi Pegawai (SIMPEG) per Juni 2025 terdapat 61.814 penyuluh pertanian, terdiri atas 23.229 penyuluh PNS, 15.641 PPPK, 22.708 penyuluh swadaya dan 236 penyuluh swasta.
Angka tersebut menggambarkan besarnya jaringan penyuluhan yang berhadapan langsung dengan dinamika petani di lapangan.
Karena itu, peningkatan kapasitas penyuluh menjadi bagian penting dalam memastikan informasi dan inovasi pertanian dapat diterjemahkan menjadi praktik nyata.
Idha menilai, informasi yang disampaikan Sinar Tani dapat menjadi salah satu sumber pengetahuan yang memperkaya wawasan penyuluh maupun petani.
“Informasi yang diberikan oleh Sinar Tani kepada kita semua, kepada para penyuluh dan petani, merupakan informasi up to date,” kata Idha.
Menurut dia, informasi yang aktual akan membantu penyuluh dan petani meningkatkan pengetahuan sekaligus membuka akses terhadap berbagai perkembangan terbaru di sektor pertanian.
“Untuk kemudian bisa terus meningkatkan pengetahuan, meningkatkan akses informasi, sehingga penyuluh pertanian dan petani semakin jaya,” ujarnya.
Kekuatan SDM
Dalam pembangunan pertanian modern, kapasitas SDM tidak cukup hanya dibangun melalui pendidikan formal dan pelatihan. Pembelajaran harus berlangsung secara berkelanjutan.
Perubahan teknologi yang cepat, dinamika pasar, perubahan iklim, perkembangan mekanisasi dan digitalisasi menuntut petani dan penyuluh untuk terus memperbarui pengetahuan.
Media pertanian memiliki ruang strategis dalam proses tersebut.
Sinar Tani, dengan perjalanan panjangnya, dapat berfungsi sebagai jembatan informasi antara pemerintah, peneliti, penyuluh, petani, pelaku usaha, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan pertanian.
Informasi mengenai kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, praktik budidaya, perkembangan komoditas, kelembagaan petani hingga peluang usaha dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pembacanya.
Dari perspektif penyuluhan, informasi media juga dapat menjadi bahan pendukung dalam kegiatan pendampingan.
Penyuluh dapat menjadikan informasi aktual sebagai bahan diskusi bersama kelompok tani, kemudian menghubungkannya dengan kondisi spesifik wilayah.
Dengan demikian, informasi tidak berhenti sebagai berita, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan dan pada akhirnya diterapkan sebagai inovasi.
Idha menegaskan, penyuluh dan petani perlu terus meningkatkan kemampuan untuk menerapkan inovasi teknologi di lapangan.
“Penyuluh pertanian dan petani semakin jaya untuk kemudian bisa melakukan atau meningkatkan inovasi teknologi di lapangan sesuai dengan informasi-informasi yang diberikan oleh Sinar Tani,” tuturnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi media pertanian tidak hanya diukur dari seberapa banyak informasi yang disampaikan, tetapi juga dari sejauh mana informasi tersebut dapat mendorong perubahan pengetahuan dan perilaku.