Senin, 18 Februari 2019


Serasi Cara Kementan Bangunkan Raksasa Tidur Lahan Rawa

19 Jan 2019, 09:04 WIBEditor : Ahmad Soim

Sekretaris Badan PPSDMP Andriko Noto Susanto | Sumber Foto:Sri Mul

Dengan Serasi diharapkan terjadi penambahan indek pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 atau bahkan 300 melalui pemanfaatan full alsintan untuk tanam dan panen yang akan membuat produksi padi sepanjang waktu di Indonesia.

 

 TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang - Kegiatan Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) merupakan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) membangunkan raksasa tidur lahan rawa melalui program unggulan kementerian Pertanian tahun 2019. 

 

Untuk mempercepat upaya ini Kementerian Pertanian Melalui Badan Penyuluhan Dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM) melakukan Rakor dan Workshop Upsus dan Serasi di Palembang yang dihadiri oleh Dinas Pertanian Provinsi Sumsel, PLT Kadis Pertanian Kabupaten Banyuasin, Ditjen Tanaman Pangan dan Badan Litbang (18/1).

 

Sekretaris Badan PPSDMP Andriko Noto Susanto yang juga  Penanggungjawab Serasi di Provinsi Sumatera Selatan dalam arahannya "Kita harus satu suara dan semangat dalam menyukseskan Serasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan untuk mendukung kedaulatan pangan dan kesejahteraaan petani . Jika IP bisa ditingkatkan dari 100 menjadi 200, maka peningkatan kesejahteraan akan terjadi luar biasa hal ini bisa terlihat dari keadaan rumah pebduduk, artinya padi memiliki daya ungkit yg besar untuk kesejahteraan petani"

 

Serasi dijalankan dengan  mengembangkan lahan rawa berbasis korporasi. Kegiatan ini menekankan peningkatan produktivitas dan Indeks pertanaman ( IP). Kegiatan yang melibatkan Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) dan Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Pertanian (BPPSDMP) serta Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten ini terus dilakukan melalui berbagai upaya diantaranya meningkatkan produkstivitas dan atau peningkatan Indeks pertanaman (IP) dengan mengkorporasikan petani.

 

Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan dipilih sebagai pilot project kegiatan #Serasi untuk meningkatkan produksi Nasional menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.

 

Dengan Serasi diharapkan terjadi penambahan indek pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 atau bahkan 300 melalui pemanfaatan full alsintan untuk tanam dan panen yang akan membuat produksi padi sepanjang waktu di Indonesia.

 

Program serasi Indonesia direncanakan seluas 550.000 ha, terdiri dari lahan pasang surut 500.000 ha dan rawa lebak 50.000 ha akan dilaksanakan di 5 provinsi meliputi Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan jambi. Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan mendapat target seluas 310.000 ha terdiri dari lahan pasang surut 300.000 ha dan rawa lebak 10.000 ha. Sebagai pilot project provinsi Sumatera Selatan pada awal kegiatan akan memfokuskan 1.800 ha di Desa Telang Rejo Kecamatan Muara Telang Kab Banyuasin untuk lahan Serasi sedangkan Provinsi Kalimantan Selatan akan memfokuskan 200 ha di Desa Tanjau Landung Dan Keliling Benteng Ilir Kecamatan Sungai Tabuk Kab Banjar.

 

BPPSDMP sebagai Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian terus mengupayakan Pendampingan kegiatan #Serasi dalam rangka mengkorporasikan petani di lokasi Serasi melalui pendampingan poktan, gapoktan, Unit Pengelilaan Jasa Alsintan (UPJA), Kelompok Wanita Tani ( KWT) menjadi korporasi.

 

Untuk mempercepat terbentuknya Korporasi Petani melalui KUB, Team Serasi BPPSDMP juga telah mendirikan Posko #Serasi di lokasi Pilot Project. Posko ini bertujuan sebagai tempat pertemuan Kelompok Tani, Gapoktan , Penyuluh dan seluruh Team baik pusat dan daerah dalam rangka mensukseskan program #Serasi. 

 

Dengan kegiatan Serasi melalui korporasi diharapkan produksi padi akan meningkat melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) , yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani rawa.

 

Reporter : Sri Mulyani
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018