Kamis, 30 Mei 2024


Ini Cara Penyuluh Belitung Timur Manfaatkan Lahan Bekas Tambang untuk Lada

06 Mei 2019, 13:57 WIBEditor : GESHA

Penyuluh dari Belitung terus mendampingi petani untuk bisa menghasilkan lada berkualitas dari Negeri Laskar Pelangi | Sumber Foto:JOKO

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Belitung Timur --- Lada merupakan salah satu komoditas unggulan rempah-rempah harus terus dikembangkan agar dapat menyumbangkan devisa untuk negara. Dengan semangat dan kerja keras, sosok Penyuluh Pertanian Kecamatan Sijuk, Eka Kartikasari terus menerus mendampingi dan mengawal Kelompoktani dengan memanfaatkan lahan bekas tambang timah.

Provinsi Bangka Belitung selama ini memang dikenal sebagai daerah yang penghasil Lada. Dan sempat terpuruk dan tergantikan oleh tambang timah yang merajai Negeri Laskar Pelangi tersebut.

Namun berkat semangat dan kerja keras, sosok Penyuluh Pertanian Kecamatan Sijuk, Eka Kartikasari yang terus menerus mendampingi dan mengawal Kelompoktani bisa membangkitkan produksi lada dengan memanfaatkan lahan bekas tambang di Desa Air Suruh, Kecamatan Sijuk-Belitung Timur.

Oleh karena itu dalam pemanfaatan bekas tambang untuk budidaya lada harus ditingkatkan dengan pendampingan oleh penyuluh pertanian mulai dari teknik budidaya dalam menanam lada, pemilihan bibit berkualitas sampai dengan penerapan pola penanaman yang baik sehingga hasilnya maksimal.

Pemanfaatan teknologi tersebut mulai dari penggunaan bibit unggul, pemberian pupuk organik sebagai pupuk dasar dan an organik (NPK), penggunaan Tiang Panjat Hidup dan Mati, dengan ukuran kurang lebih 3 meter, pola penanam dengan jarak 2 x 2 meter, dan diisi per tiang 1 batang bibit lada.

Sementara itu, teknolgi penanaman masih menggunakan manual, penyiangan dengan manual hingga aspek pengolahan dan pemasaran hasil yang dilakukan sendiri oleh petani.

Semoga dengan pendampingan penyuluh pertanian yang kontinue, hasil usaha kelompok di bidang rempah-rempah dapat menghasilkan hasil maksimal sehingga rempah-rempah Indonesia tetap jaya, petani sejahtera.

 

 

Reporter : Joko Samiyono
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018