Kamis, 27 Juni 2019


Mengulang Sukses Bimas, Kementan Bangun Demfarm Korporasi Agribisnis Terpadu Modern di Karawang

17 Mei 2019, 07:00 WIBEditor : Ahmad Soim

Kandang Itik Unggul di Karawang untuk Demfarm Korporasi Pertanian Terpadu | Sumber Foto:Ahmad Soim

Demfarm Korporasi Petani Karawang ini mencakup lahan 1000 ha sawah padi milik petani yang tersebar di 5 desa di Kecamatan Jayakerta.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang - Kementerian Pertanian tengah membangun demfarm agribisnis terpadu berteknologi modern berbasis ekosistem sawah padi di Karawang Jawa Barat. Demfarm ini dibuat sebagai percontohan lapangan untuk petani dalam pengelolaan bisnis pertanian  padi sawah yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan menarik minat pemuda terjun ke dunia usaha pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengandeng Kementerian Desa, Pemda Karawang dan para petani serta seluruh institusi yang dimiliki Kementan untuk membangun Demfarm pertanian terpadu berteknologi modern yang dikelola dengan budaya  industri ini. Demfarm Korporasi Agribisnis Terpadu di Karawang ini diharapkan bisa mengulang sukses demfarm Bimas Panca Usaha Tani yang juga dilakukan di Kawang pada era tahun 1960-an

“Kita bangun demfarm agribisnis terpadu berteknologi modern berbasis lahan sawah padi di Karawang ini untuk percontohan lapangan bagi petani di seluruh Indonesia, bahwa sawah padi yang dikelola secara terpadu dengan teknologi modern bisa memberikan pendapatan yang layak dan diminati para pemuda,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro usai Lokakarya Konsolidasi Penumbuhan Korporasi Petani Karawang di Jaya Makmur, Jayakerta, Karawang (16/5).   

Demfarm Korporasi Petani Karawang ini mencakup lahan 1000 ha sawah padi milik petani yang tersebar di 5 desa di Kecamatan Jayakerta. Terdapat 5 gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan 5 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dilibatkan dalam membangun percontohan lapangan korporasi pertanian terpadu ini.

Korporasi pertanian terpadu di Karawang ini memadukan pertanian padi sawah, ternak itik dan hortikultura sayuran untuk kalangan menengah ke atas dengan asupan inovasi teknologi maju dan modern. Pertanian padi sawah akan dikelola secara agribisnis hulu hingga hilirisasinya atau industry pengolahannya.

Kementerian Pertanian melibatkan Kementerian Pedesaan dan Pemerintah Daerah Karawang  membangun cikal bakal perusahaan inti yang akan menggerakkan korporasi petani karawang. Cikal bakal perusahaan inti, saat ini telah memiliki bangunan kandang dan pembibitan itik serta bangunan penggilingan padi modern di atas lahan 7500 m2. Pemda Karawang akan menambah lahan 2 ha lagi untuk inti sebagai percontohan pengelolaan agribisnis hortikultura sayuran greenhouse di lokasi tersebut.

Unit usaha agribisnis terpadu milik inti itu jelas Sekjen Kementan juga menjadi teaching farm Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor di bawah Kementerian Pertanian. “Mahasiswa Polbangtan kuliah 3 tahun, satu tahun dia berada di unit ini mengembangkan usaha inti ini,” tambah Syukur Iwantoro.

Kementerian Pertanian melibatkan para peneliti, perekayasa alat dan mesin pertanian, ahli pasca panen, social ekonomi pertanian, agronomi dan penyuluh pertanian agar percontohan ini sukses. “Percontohan ini adalah trial (percobaan lapangan) dan harus sukses tidak boleh gagal,” kata Sekjen Kementan.

Direktur BUMdes dari Kemendes Endang Rosawati di acara ini mengatakan sudah banyak Bumdes yang sukses terjun dalam bisnis pertanian. “Kita siap bersinergi melibatkan Bumdes dalam demfarm pertanian terpadu pola Kawasan (korporasi) di Karawang ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi berharap demfarm pertanian terpadu di Karawang dengan unit inti berhasil, dan dalam 5 tahun kedepan bisa dialihkan pengelolaan kepada BUMD Kabupaten Karawang. Pada tahap awal setiap gapoktan akan mengelola ternak itik 1000 ekor itik betina unggul hasil rekayasa Badan Litbang Pertanian dan 200 ekor itik jantan.

Reporter : Som
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018