Saturday, 22 February 2020


Kepala BPPSDMP: Perkuat SDM untuk Suksesnya Pembangunan Pertanian

31 Jul 2019, 16:51 WIBEditor : Yulianto

Generasi muda dengan teknologi menjadi calon penerus pembangunan pertanian | Sumber Foto:Julian

Kunci penting keberhasilan Upsus Pajale, Upsus Bawang Putih, Siwab, Serasi hingga Optimalisasi Alsintan (Opsin) adalah penguatan sumberdaya manusia pertanian, mulai dari petani, penyuluh, administrator, POPT, hingga SDM terdidik seperti mahasiswa Pol

 

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Kunci sukses pembangunan pertanian tak lain adalah sumberdaya manusia (SDM). Karena itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi bertekad untuk memperkuat SDM pertanian dari mulai petani, penyuluh hingga generasi muda yang masuk Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

Dedi mengatakan, kunci penting keberhasilan Upsus Pajale, Upsus Bawang Putih, Siwab, Serasi hingga Optimalisasi Alsintan (Opsin) adalah penguatan sumberdaya manusia pertanian, mulai dari petani, penyuluh, administrator, POPT, hingga SDM terdidik seperti mahasiswa Polbangtan. Ini sejalan dengan program prioritas Presiden Jokowi periode kedua, sehingga harus ditindaklanjuti semua sektor di Kementerian Pertanian,” katanya.

Karenanya, menurut Dedi, dukungan BPPSDMP untuk program tersebut sangat diharapkan. Misalnya pada program Optimalisasi Alsintan. Artinya alsintan yang sudah dialokasikan ke petani harus benar-benar digunakan untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT).

Bagaimana caranya? Dengan pilar dari BPPSDMP yaitu pelatihan, penyuluhan dan pendidikan. Petani mampu menggunakan dan merawat alsintan secara efektif melalui pelatihan yang diajarkan penyuluh.

Khusus pencetakan generasi millenial, Dedi menuturkan program tersebut akan terus ditingkatkan. Sebab yang akan menguasai IT dan komunikasi informasi adalah petani millenial.

Kita sudah memasuki era 4.0 dan yang bisa memasukinya adalah petani millenial. Karenanya BPPSDMP akan mencetak petani millenial yang cerdas, melek teknologi, dan berjiwa enterpreneurship tahan banting,” katanya. Diharapkan pertanian Indonesia di 10 tahun yang akan datang didominasi generasi muda yang mampu membawa pertanian ke level tertinggi. 

 

Penyuluh melek teknologi

Dedi Nursyamsi juga menaruh perhatian penting dalam penguatan penyuluhan di daerah dan keberlanjutannya pada masa depan. Peran penyuluh sangat penting untuk meningkatkan kemampuan petani. Sebab petani merupakan eksekutor pembangunan pertanian yang bisa mengungkit produktivitas dan produksi, termasuk pendapatannya.

“Disinilah peran penyuluhan. Kita membuat bagaimana kapasitas petani itu meningkat, ilmunya meningkat, semangatnya meningkat, termasuk mendapatkan akses ilmu pengetahuan dan teknologi (informasi pasar, modal, dan distribusi). Penyuluhlah yang bisa seperti itu," tuturnya.

Penguatan penyuluhan dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain, melalui penyuluhan langsung, demplot, face to face dan demonstrasi lapang. “Penyuluh itu sangat kreatif. Apalagi IT sekarang sudah meningkat. Saat ini sudah dibuat aplikasi-aplikasi untuk penyuluh dan penyuluhan,” katanya.

Untuk membantu informasi bagi penyuluh pertanian, BPPSDMP telah mempermudah penyuluh mendapatkan akses ilmu melalui Cyber Extention, Apikluhtan  dan aplikasi lainnya. Karena itu, Dedi meminta penyuluh harus melek teknologi, sehingga bisa menularkan ilmunya kepada petani.

Sementara itu Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP akan melakukan upgrade kualitas dan informasi teknologi penyuluhan di Cyber Extension.Semua informasi teknologi yang selama ini ada di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka) harus kita ubah menjadi informasi yang bermanfaat bagi petani melalui beberapa media, salah satunya Cyber Extension," kata Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati.

Khususnya wilayah yang sudah memiliki akses internet, Lely mengatakan, pihaknya akan me-link-kan dengan Pustaka Pertanian. Karena, Pustaka sudah mempunyai bahan (resources) informasi teknologi dari Balitbangtan yang sudah dibuat dalam bahasa yang mudah dipahami petani.

Saat ini Pustaka Pertanian sudah memiliki repository yang memuat informasi dan infografis dari 600 teknologi pertanian yang sudah dikeluarkan Balitbangtan. Sehingga mudah diakses oleh penyuluh dan petani.

Untuk diketahui, Cyber Extension merupakan inovasi media penyuluhan yang cukup efisien dan efektif. Namun Cyber Extention bukanlah hal yang baru atau asing di kalangan penyuluh karena sudah diperkenalkan sejak tahun 2010. Namun masih perlu langkah kongkrit dan realistis untuk menjadikan media penyuluhan ini efektif sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Reporter : Gesha
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018