
Meybi, milenial yang kini membangun bisnis berbahan baku kelor
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Daun kelor, bagi masyarakat di Tanah Air sejak dahulu sudah dimanfaatkan sebagai salah satu obat tradisional. Dengan khasiat tersebut, Meybi Agnesya Lomanledo, milenial asal NTT pun mengelola daun kelor menjadi tea yang kaya manfaat.
Seperti diketahui ada banyak manfaat yang bisa didapat dari pengaplikasian atau konsumsi daun kelor pada pengobatan tradisional. Dari sejumlah gangguan kesehatan yang bisa disembuhkan dengan daun kelor dalam pengobatan tradisional, rupanya tak sedikit yang terbukti melalui penelitian ilmiah.
Moringa atau biasa disebut daun kelor memiliki banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Diantaranya menjaga daya tahan tubuh, melancarkan produksi ASI, mengontrol kadar gula darah, meningkatkan kesehatan jantung dan lainnya.
Meybi menuturkan, bisnisnya ini dimulai karena sebuah keresahan mengenai kasus stunting yang banyak dialami masyarakat NTT. Alasan itu yang membuat ia dan tim melakukan riset tentang stunting. Padahal di sisi lain, NTT mempunyai sumber daya alam yang melimpah.
”Kesimpulan sederhana kami memang mata pecaharian di NTT adalah petani. Tapi di sisi lain, banyak petani yang kondisinya pra sejahtera, sehingga mereka tidak mempunyai kemampuan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di keluarga,” tuturnya.
Kondisi itu membuat Meybi beringinan meningkatkan ekonomi petani dengan memanfaatkan sumber daya alam. Salah satunya dengan memanfaatkan daun kelor. Apalagi kelor merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan di NTT. “Bisnis ini tentunya memunculkan pro dan kontra dikalangan petani, namun tidak menghalangi kegiatan ini,” katanya.
Pada tahun 2018 Meybi kemudian mendirikan Timor Moringa yaitu kewirausahaan sosial berbasis industri pengelolaan pangan lokal. Meybi berharap dengan hadirnya Timor Moringa bisa membantu perekonomian petani dan mengurangi stunting. Produk olahan daun kelor ini salah satunya adalah moringa tea (teh daun kelor). “Keunggulan dari tea dari moringa itu super food yang memiliki nutrisi tinggi dan lengkap,” ucap nya

Membuat Tea Kelor
Dalam pembuatan moringa tea atau teh daun kelor, Meybi menggunakan daun kelor yang cukup usia untuk di panen. Daun kelor tersebut berada di antara 2 cabang dari bawah dan 3 cabang dari atas. Daun yang cukup tua akan cenderung cepat menguning dan yang muda pembentukannya belum sempurna sehingga tidak bagus untuk pembuatan teh.
Dari daun kelor dipanen kemudian di keringkan selama 18-21 jam. Setelah daun kelor kering lalu haluskan di maxing tepung. Tepung daun kelor ini di masukan di kantong kantong teh. Selain teh daun kelor Meybi juga memproduksi serbuk daun kelor dan coklat kelor.
Moringa tea dijual kepada konsumen seharga Rp 35.000 dan harga reseller Rp 30.000. Dari usahanya tersebut Meybi meraup omset sekitar Rp 19 – Rp 20 juta perbulan. Penghasilan keseluruhan yang didapat mencapai Rp 55 juta perbulan.
Penjualan moringa tea sudah mencapai seluruh Indonesia. Bahkan moringa tea sudah melakukan mini ekspor ke Timor Leste, selain itu sedang proses mini ekspor ke Singapura dan Australia. Untuk membantu petani, Meybi mengatakan, dirinya melibatkan petani lokal sebagai pemasok daun kelor. Dengan demikian, harapan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di NTT dapat tercapai.