Thursday, 22 October 2026


Bukan Sekadar Politisi, Aji Filli Jadikan Pertanian Jalan Pengabdian

30 Dec 2025, 13:02 WIBEditor : Herman

H. Zulkifli Zain (Aji Filli), Anggota DPRD Sulawesi Selatan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --- Perjalanan H. Zulkifli Zain, yang akrab disapa Aji Filli, dalam dunia pertanian lahir dari proses panjang dan pengalaman hidup yang beragam. Sebelum dikenal sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, ia lebih dulu menekuni sektor pertambangan emas.

Namun, di sela aktivitasnya, ia justru menemukan ketertarikan mendalam pada dunia pertanian, sebuah ketertarikan yang berawal dari hobi menanam.

Minat tersebut berkembang ketika ia mulai berinteraksi langsung dengan petani dan kelompok tani, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dari perjumpaan itulah Aji Filli menyaksikan secara nyata bagaimana petani berjuang mempertahankan penghidupan mereka di tengah keterbatasan sarana, tantangan cuaca, serangan hama, hingga fluktuasi harga hasil panen.

“Setelah saya menanam dan bertemu langsung dengan banyak petani, perjuangan mereka itu benar-benar menyentuh hati saya. Di situlah saya mulai merasa bahwa pertanian bukan sekadar hobi, tapi tanggung jawab.” Ujar Aji Filli saat ditemui Tabloid Sinartani di kediamannya.

Ketika dipercaya mengemban amanah sebagai wakil rakyat, Aji Filli konsisten berada di Komisi B DPRD Sulsel yang membidangi pertanian, perikanan, dan kehutanan. Menurutnya, sektor pertanian merupakan fondasi utama perekonomian Sulawesi Selatan dan harus mendapat perhatian serius dari sisi kebijakan.

“Sebagian besar masyarakat kita hidup dari pertanian. Kalau pertanian kuat, maka ekonomi masyarakat juga akan kuat,” tegasnya.

Dalam menjalankan fungsi legislasi, Aji Filli aktif terlibat dalam pembahasan dan pengesahan berbagai peraturan daerah (Perda) yang berpihak pada petani. Beberapa regulasi strategis yang telah disahkan antara lain Perda Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan, Perda Pertanian Organik, serta regulasi lain yang bertujuan menjaga keberlangsungan pertanian dan mencegah alih fungsi lahan produktif.

“Perda-perda ini kami dorong agar petani merasa terlindungi dan pertanian kita berkelanjutan,” kata Aji Filli.

Selain legislasi, ia juga menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat secara intensif. Dalam masa reses yang dilakukan tiga kali setahun, Aji Filli rutin turun langsung ke desa-desa. Ia berdialog dengan petani, mendengar keluhan mereka, dan mencatat kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.

“Apa yang menjadi keluhan petani, itu yang kami bawa ke DPRD. Kami bahas bersama mitra kami, terutama Dinas Pertanian dan Perkebunan, supaya ada solusi nyata,” jelasnya.

Berbagai persoalan pertanian, mulai dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), keterbatasan sarana produksi, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor. Aji Filli menyebut, penyaluran bantuan alsintan dan prasarana pertanian telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah perkembangan subsektor perkebunan buah. Dalam dua tahun terakhir, antusiasme masyarakat Sulawesi Selatan menanam buah-buahan meningkat signifikan. Alpukat, kelengkeng, nenas, nangka, hingga sukun kini mulai dikembangkan secara masif. Bahkan, terdapat sekitar 30 varietas alpukat yang dibudidayakan di Sulsel.

“Yang paling membahagiakan itu saat masyarakat bisa memetik buah dari hasil tanamannya sendiri. Itu momen yang luar biasa,” ungkapnya.

Di Sidrap, berbagai program pemerintah juga dinilai memberi dampak positif. Bantuan bibit unggul, alsintan, serta pendampingan penyuluh pertanian mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300. Sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, perangkat desa, dan penyuluh membuat produktivitas pertanian meningkat signifikan.

Ke depan, Aji Filli menaruh harapan besar pada keterlibatan generasi muda. Ia mendorong pemuda untuk terjun ke pertanian dengan pendekatan ilmu dan inovasi.

“Pertanian ke depan harus diisi oleh anak-anak muda yang mau belajar dan berinovasi. Dengan begitu, akan lahir komoditas baru dan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” katanya.

Pesan Aji Filli kepada petani pun tegas dan membumi. Mengingat sekitar 80 persen masyarakat Sidrap menggantungkan hidup pada sektor pertanian, ia menekankan pentingnya bertani berbasis pengetahuan.

“Kalau mau bertani, harus mengilmui dulu. Dari tanam sampai panen harus dipahami. Dengan ilmu, setiap persoalan di lapangan bisa diatasi,” tutupnya.

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018