Thursday, 05 November 2026


Adhi Guna Farm Dipercaya Produksi Benih Kentang untuk Klaster HDDAP

03 Nov 2026, 16:48 WIBEditor : Yulianto

Ketua Kelompok Tani Adhi Guna Farm, Adhi Nurcholis,

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan kawasan hortikultura. Untuk mendukung hal tersebut, Kelompok Tani Adhi Guna Farm, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendapat kepercayaan memproduksi benih kentang bagi petani penerima manfaat program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).

Ketua Kelompok Tani Adhi Guna Farm, Adhi Nurcholis, mengatakan pihaknya mendapat tanggung jawab menyediakan benih sebar untuk memenuhi kebutuhan petani dalam satu klaster HDDAP. “Sebagai penangkar benih, kami dipercaya menyediakan benih sebar yang nantinya disalurkan kepada petani di klaster HDDAP. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan petani mendapatkan benih bermutu,” ungkap Adhi.

Menurutnya, keterlibatan penangkar lokal diharapkan memudahkan petani memperoleh benih berkualitas dengan harga terjangkau. Dengan ketersediaan benih di sekitar kawasan, petani tidak perlu terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Dalam program perbenihan HDDAP, terdapat dua mekanisme yang diterapkan, yakni penumbuhan penangkar baru dan penguatan penangkar yang sudah ada. Adhi Guna Farm masuk dalam skema penguatan karena telah menjalankan usaha penangkaran sejak 2017.

“Alhamdulillah, kami sudah menjadi penangkar sejak 2017 sehingga mendapatkan dukungan melalui penguatan penangkaran. Selain meningkatkan kapasitas sendiri, kami juga diberi tanggung jawab membantu menumbuhkan penangkar-penangkar baru,” jelasnya.

Untuk itu, Adhi Guna Farm tidak hanya mengandalkan fasilitas dan lahan produksi sendiri, tetapi juga menggandeng petani penerima manfaat HDDAP. Kerja sama dilakukan dalam produksi benih, termasuk mendampingi petani menjalani proses sertifikasi.

“Kami ingin membersamai petani, bukan sekadar menyediakan benih. Mereka juga perlu memahami bagaimana memproduksi benih yang baik, mulai dari budidaya hingga proses sertifikasinya. Harapannya, petani memiliki keterampilan dan nantinya bisa berkembang menjadi penangkar,” tuturnya.

Melalui pola kemitraan tersebut, Adhi berharap penyediaan benih semakin lancar sekaligus terjadi transfer teknologi kepada petani. Upaya ini menjadi bagian dari target membangun kemandirian benih di kawasan HDDAP.

Untuk memperkuat kapasitas penangkar, HDDAP memberikan sejumlah dukungan, antara lain bimbingan teknis produksi dan sertifikasi benih, fasilitasi gudang benih, serta bantuan benih sumber kentang kelas G1. Adhi mengaku pihaknya telah mengikuti pelatihan ulang terkait produksi dan sertifikasi benih.

“Dalam produksi benih ada standar yang harus dipenuhi. Karena itu, bimbingan teknis dan pendampingan sertifikasi sangat penting agar benih yang dihasilkan benar-benar bermutu,” katanya.

Sejumlah bantuan juga mulai diterima. Pupuk telah datang, sementara penyaluran benih sumber dan fasilitasi gudang benih diharapkan segera terealisasi.

Adhi Guna Farm berlokasi di Gataksari, RT 03/RW 02, Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Untuk mendukung kegiatan perbenihan, kelompok ini memiliki empat tenaga kerja di greenhouse, 10 orang di lapangan, serta satu tenaga laboratorium di Adhiguna Laboratory yang menangani kultur jaringan.

Dari sisi fasilitas, Adhi Guna Farm telah memiliki laboratorium kultur jaringan, greenhouse produksi stek, serta sekitar 30 unit greenhouse untuk produksi benih kentang G0 dan G1. Sebagian fasilitas merupakan milik sendiri, sedangkan lainnya dikembangkan melalui kerja sama dengan sejumlah kelompok tani.

Selain itu, tersedia lahan produksi sekitar lima hektare yang juga didukung kemitraan dengan kelompok tani lain, termasuk petani penerima manfaat HDDAP. Pengalaman usaha tersebut diperkuat dengan sertifikat kompetensi produsen benih yang dimiliki sejak 2017 dan terus diperpanjang, serta sertifikat sebagai pengedar benih.

Kapasitas produksinya mencapai sekitar 500.000 knol benih kentang G0 dan 500.000 knol G1 setiap musim. Sementara produksi benih kelas G2 mencapai 50 ton per tahun dan G3 sebanyak 50 ton per tahun. Untuk pemasaran, benih G0 dan G1 telah menjangkau wilayah Jawa dan Sumatera. Adapun benih G2 sebagian besar dipasarkan di Jawa Tengah.

Dalam HDDAP, Adhi Guna Farm mendapat tugas memproduksi benih sebar kelas G2 dengan dukungan stimulan benih sumber G1. Benih tersebut selanjutnya harus digulirkan kepada kelompok penerima manfaat agar kegiatan perbenihan terus berlanjut.

“Benih G1 yang diberikan kepada kami nantinya harus bisa terus digulirkan kepada kelompok penerima manfaat. Jadi, bantuan ini tidak berhenti pada satu kali produksi, tetapi menjadi modal untuk membangun kemandirian benih di kawasan HDDAP,” tegas Adhi.

Ia berharap program ini tidak hanya meningkatkan produksi kentang, tetapi juga memperkuat kemampuan petani dalam menyediakan kebutuhan benihnya sendiri.

“Harapan kami, ke depan Wonosobo tidak hanya menjadi kawasan produksi kentang, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan benihnya sendiri. Dengan semakin banyak penangkar dan petani yang terampil, kemandirian benih di kawasan ini bisa terwujud,” pungkasnya

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018