Kamis, 23 Mei 2019


Dirjen Hortikultura, Suwandi: Kita Ingin Bawang Putih Berjaya Kembali

14 Mei 2019, 10:14 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura, Suwandi (kanan) saat panen bawang putih | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

Bukan mimpi, karena tahun 1994-1995 Indonesia pernah mencapainya. Bahkan bawang putih sempat mendapat sebutan white diamond

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Pemerintah telah mencanangkan swasembada bawang putih. Target lebih besarnya adalah mengembalikan kejayaan komoditas sayuran ini. Bukan mimpi, karena tahun 1994-1995 Indonesia pernah mencapainya. Bahkan bawang putih sempat mendapat sebutan white diamond.

Tetapi kejayaan ini mulai luntur (1996), sejak bawang putih asal Cina masuk. Harganya lebih murah hingga 50% dibandingkan asal Indonesia. Akhirnya bawang putih Indonesia mulai tidak diminati pasar. Bahkan kini kebutuhan bawang putih harus dipasok dari impor.

Untuk mengembalikan kejayaan white diamond’ pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian mulai menggerakan kembali petani untuk mau menanam bawang putih. Bagaimana program kerja tersebut? Berikut wawancara Tabloidsinartani.com dengan Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Suwandi.

Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih, bagaimana langkahnya?

Kita buat program dengan bertahap. Dulu sebelum tahun 2017, pertanaman bawang putih hanya di 2 kabupaten, Temanggung dan Lombok Timur yaitu di Sembalun. Tahun 2018 sudah ada di 80 kabupaten dan rencananya tahun ini akan bertambah di 110 kabupaten dengan target luas areal pertanamannya 20-30 ribu ha. Bahkan tahun 2019 ini kita targetnya adalah swasembada benih bawang putih, baru tahun 2021 targetnya adalah swasembada bawang putih (baik benih maupun konsumsi).  Dengan kita bisa mencapai swasembada benih bawang putih, tahun ini kita akan tutup impor benih, karena kebutuhan dalam negeri sudah bisa tercukupi.

Seberapa besar potensi lahan pengembangan bawang putih?

Hasil kajian kita potensi pengembangan lahan untuk budidaya bawang putih seluas 600 ribu ha. Kita ingin kembalikan ke zaman dulu saat kita jaya. Pada tahun 2017 hanya ada 1.900 ha, tapi tahun 2018 mencapai 11 ribu ha. Nah dari penanaman seluas 11 ribu ha itu, hasil panennya kita jadikan benih untuk penanaman seluas 20-30 ribu ha. Tahun 2020 diharapkan ada penanaman 50-60 ribu ha dan tahun 2021 seluas 90-100 ribu ha.

Sejauh mana potensi benih unggul bawang putih dalam negeri?

Benih bawang putih yang ditanam merupakan varietas lokal, yakni Sangga Sembalun, Karanganyar, Lumbu Kuning, Lumbu Hijau dan Lumbu Putih. Dengan rata-rata produksinya minimal 8,9 ton/ha. Namun tergantung daerahnya. Di Temanggung dapat mencapai hingga 16 ton/ha. Di Wonosobo dan Sukabumi mencapai 14 ton/ha. Jadi soal benih, Inshaa Allah tidak ada masalah lagi. Jadi dengan pengembangan di beberapa daerah, benih bawang putih untuk perluasan areal akan cukup. Jadi memang pada awal mula penanaman bawang putih untuk mencapai swasembada benih bawang putih 2019.

Untuk pertanaman bawang putih awalnya kan menggunakan benih impor?

Memang sebagian masih dipakai menggunakan benih impor asal Cina. Tetapi benih impor ini setelah uji lapangan dan DNA persis sekali dengan yang Sangga Sembalun. Makanya di awal sebagian menggunakan benih impor. Jadi ketika benih impor itu masuk, karena sifat dan karakteristiknya sama persis dengan Sangga Sembalun. Tetapi itu hanya 20 ribu ton yang digunakan sebagai benih di sini (Indonesia). Baru sisanya menggunakan benih lokal dan sekarang sepenuhnya menggunakan benih lokal.

Kelebihan benih lokal dengan impor?

Benih bawang putih lokal yang ditanam di sini (Indonesia), tidak jauh berbeda dengan yang impor. Bahkan aromanya lebih tajam (kuat). Jadi kalau nanti untuk konsumsi, akan jauh lebih irit. Kita tunggu saja 2021 karena tahun tersebut sudah dapat dikonsumsi secara umum. Kalau sekarang paling yang reject diolah menjadi pasta.

 Pemerintah membuat kebijakan wajib tanam untuk importir bawang, bagaimana tanggapan importir?

Untuk areal pertanaman, sebagian besar dari APBN dan wajib tanam dari importir bawang putih. Tetapi sebagian kecilnya ada dari swasta dan swadaya petani. Kalau untuk tahun ini sebagian besar dari APBN karena wajib tanam yang hanya 5% sudah terkunci. Tidak boleh ditambah-tambah, tetapi lahannya harus bertambah. Jadi yang wajib tanam ini sebelum melakukan impor, harus menanam bawang putih dulu 25%. Begitu sudah disetujui Kemendag (SPI), baru pertanamannya dituntaskan hingga 100% sampai setahun lamanya. Kalau tidak dikerjakan ya akan dicabut izin impornya.

Reporter : Clara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018