Monday, 10 August 2020


Siapkan Stok Pangan Pasca Covid-19, Kementan Optimalkan Lahan Rawa Kalteng dan Sumsel

16 May 2020, 11:14 WIBEditor : Ahmad Soim

Rencana Kementan melakukan optimalisasi lahan rawa di Kalteng | Sumber Foto:Ditjen PSP

Dari kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan rawa ini diperkirakan bisa ada tambahan produksi padi sekitar 2,8 juta ton.

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Siapkan stok pangan pasca Covid-19, Indonesia atas prakarsa Presiden RI Joko Widodo  melakukan upaya peningkatan produksi pangan nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan lahan rawa di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan untuk menggenjot stok pangan nasional  tersebut.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan optimasi lahan rawa merupakan jawaban untuk ketersediaan ketahanan pangan Indonesia di masa depan, di tengah pertumbuhan penduduk yang semakin cepat sementara lahan pertanian makin terpinggirkan keberadaaanya. 

 

Hal itu dikatakan Mentan saat berada   di Blok A Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) saat tanam padi serentak pada hamparan sawah seluas 104 ha. 

 

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Sutarto mengatakan terus mematangkan rencana pembukaan sawah baru atau program cetak sawah di lahan gambut Kalimantan Tengah. Kebijakan ini lanjutnya dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan akibat pandemi corona.

 

Data Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hingga kini sudah ada sekitar 255 ribu hektare lahan gambut yang berpotensi dikembangkan menjadi areal persawahan di lokasi tersebut. "Sedang dilakukan studi dalam 3 minggu ini, dengan luas potensi 164.598 dari jumlah lahan tersebut yang sudah memiliki jaringan irigasi 85.456 hektar dan ada 57.195 hektare yang sudah dilakukan penanaman padi oleh transmigran dan keluarganya," kata Airlangga di Jakarta, Rabu (13/5).

 

Dia juga menambahkan, di area yang sama, terdapat potensi ekstensifikasi sebesar 79.142 hektare. Seluruh potensi ini, menurutnya akan dipelajari lagi dalam tiga pekan ke depan. Kajian tersebut, antara lain terkait masalah lingkungan. Lalu juga akan direview inventarisasi pengawasan pemilikan penggunaan lahan, pemanfaatan tanah hingga ketersediaan tenaga kerja di lokasi tersebut.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo menyatakan, siap membantu penanganan pengembangan rawa gambut. Untuk tahap awal, pihaknya akan berfokus dulu pada 164 ribu hektare lahan eksisting. Ini dilakukan sambil menunggu pematangan lahan sebagaimana yang direncanakan Menko perekonomian atas perintah Presiden Joko Widodo untuk lahan di atas 250 - 300 ribu hektare.  

 

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengatakan Menteri Pertanian SYL sudah menyiapkan program optimalisasi lahan rawa untuk menambah stok produksi pangan nasional. Ada program intensifikasi lahan rawa yang sudah ada, agar produktivitas dan indek pertanamannya naik. Juga melakukan kegiatan ekstensifikasi atau cetak sawah baru di Kalimantan Tengah.

 

Lahan rawa di Sumatera Selatan seluas 235.351 ha, seluas 235.351 ha bisa dilakukan intensifikasi. Sedangkan di Kalimantan Tengah terdapat lahan rawa seluas  198.204 Ha , seluas 119.062 Ha bisa dilakukan intensifikasi. Di Kalteng bisa dilakukan cetak sawah baru seluas 79.142 ha. Dari kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan rawa ini diperkirakan bisa ada tambahan produksi padi sekitar 2,8 juta ton.

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018