
Bupati Lutra secara simbolis memberikan bantuan alsintan kepada petani
TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu Utara---Pertanian tak boleh berhenti meski pandemi masih melanda Indonesia. Nah, untuk mendorong petani tetap terjun ke sawah di tengah pandemi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memberikan bantuan alat mesin pertanian alsintan kepada sejumlah kelompok tani (poktan).
Bantuan diberikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Senin (26/7), di Aula La Galigo Kantor Bupati. Bantuan diserahkan secara simbolis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hadir juga Asisten II Bambang Irawan, dan Sekretaris Dinas Pertanian H. Muhammad.
Menariknya, penerima bantuan alsintan semuanya telah divaksin COVID-19. Pasalnya, salah satu persyaratan mendapatkan bantuan, petani harus divaksin. Adapun alsintan yang diserahkan sebagai berikut combine harvestrer atau alat mesin panen sebanyak 2 uni dan rice milling unit (RMU) 1 unit.
Bantuan lainnya, mesin penggilingan kopi (2 unit), mesin pembubuk kopi (2 unit), mesin pompa air (8 unit), hand sprayer (10 unit), mesin pompa air (6 unit), dan mesin traktor roda dua (2 unit). Bantuan bersumber dari APBD dan APBN.
“Sektor pertanian tidak boleh berhenti karena sektor ini adalah sektor kritical di tengah pandemi. Sektor pertanian kita harapkan tidak terganggu di masa pandemi, karena sektor ini masuk ke dalam sektor critical yang memberi penyediaan makanan kepada masyarakat,” kata Indah.
Untuk itu, Indah berharap petani tetap dalam keadaan sehat, tidak terganggu kesehatannya. Apalagi, sektor pertanian yang tidak mendapatkan pembatasan di masa pandemi. “Sektor ini kita tidak lakukan pembatasan, tapi kita harap para petani tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat beraktivitas,” harapnya.
Indah mengatakan, banyak poktan menginginkan bantuan, tapi tidak sedikit juga yang tidak siap menerima, karena ketidakmampuan memelihara, merawat dan menggunakannya dengan baik. Padahal, kata dia, usia pemakaian alsintan minimal 5 tahun, bahkan bisa lebih, tergantung cara perawatannya.
“Bantuan ini milik bersama, sehingga pemeliharaannya harus diperhatikan betul,” katanya seraya mengingatkan agar alsintan tidak dipindahtangankan, tidak disewakan, apalagi dijual. “Tolong ini menjadi perhatian kita,” tegasnya.