Monday, 06 December 2021


Jokowi Minta Mekanisasi Diperluas dan Dikenalkan Petani

24 Nov 2021, 13:05 WIBEditor : Yulianto

Presiden Jokowi saat mencoba alat mesin tanam jagung | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jeneponto --- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pemanfaatan alat mesin pertanian dalam usaha tani. Hal ini disampaikan orang nomor satu di Indonesia ini saat mencoba mesin traktor khusus penanaman jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulawsai Selatan.

Menurut Presiden, penanaman jagung dengan memanfaatkan teknologi dan mekanisasi perlu diperluas dan dikenalkan kepada petani Indonesia. Apalagi penggunaan traktor planrer jagung sangat mudah karena haya mengoprasikan tombol teknologi yang ada.

"Saya kira mekanisasi seperti ini perlu dikenalkan kepada seluruh petani agar penggunaan alat-alat semi berat seperti ini bisa juga dilakukan. Tadi saya juga pegang traktor sangat mudah juga. Saya diajarkan sebentar pak menteri pertanian (Syahrul Yasin Limpo)," ujar Presiden yang didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (23/11).

Presiden mengatakan, penanaman jagung dengan mesin traktor terbukti mampu memangkas waktu menjadi lebih cepat. Penggunaan ini bahkan disarankan untuk model penanaman di areal yang lebih luas.

"Tadi kan kita melakukan penanaman dengan planter untuk khusus jagung tapi tadi juga saya mencoba untuk penanaman dengan traktor yang dibelakangnya ada planternya. Saya kira dua-duanya baik, tapi kalau dengan hamparan yang sangat luas memang yang paling cepat adalah memakai traktor karena cepat sekali," tuturnya.

Presiden berharap, penanaman jagung dengan mesin traktor ini mampu mendorong Provinsi Sulawesi Selatan menjadi wilayah pemasok komoditas jagung nasional dengan hasil produksi mencapai 7 ton perhektar. Sehingga, Sulawesi Selatan bisa memenuhi produksi jagung sebanyak 1,8 juta ton. "Jadi kita harapkan dengan semakin banyaknya petani yang menanam jagung, makan kekurangan stok jagung secara nasional dapat segera kita tutup," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini Kementan telah melaksanakan program peningkatan indeks pertanaman yang mampu menanam tiga kali per tahun. Perlu diketahui, indeks pertanaman jagung di Kabupaten Jeneponto saat ini mencapai 200 atau dua kali tanam dalam setahun.

Kementan pun terus mendorong sehingga pertanaman bisa menjadi 3 kali setahun. Jeneponto memiliki luas lahan jagung eksisting sebesar 70.052 hektare dengan produktivitas 6-7 ton/ha, sehingga diperoleh produksi jagung 280.000 ton.

"Upaya konkret yang kita dilakukan untuk tercapainya peningkatan indeks pertanaman ini yakni penambahan alat mesin pertanian untuk percepatan olah tanah dan tanam, penggunaan bibit unggul, penyediaan sumur bor dan terjaminya aliran air irigasi dari bendungan Karalloe, bahkan penyediaan fasilitas dana kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani,"  tuturnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018