Monday, 23 May 2022


Gaet Petani Serap KUR Alsintan, Ini Trik Perbankan

09 May 2022, 16:02 WIBEditor : Yulianto

Pengadaan alsintan di dalam negeri disinggung Presiden Jokowi | Sumber Foto:DOk.SInta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini menjadi salah satu cara pemerintah membantu permodalan petani dan pelaku usaha. Begitu juga kehadiran KUR alsintan. Kalangan pelaku usaha, dalam hal ini perbankan siap menyokong program pemerintah tersebut.

Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel, Antonius Prabowo Aryo mengatakan, pihaknya mendukung program KUR alsintan. Bahkan KUR Alsintan dari Bank Sumsel Babel akan memberikan banyak kelebihan, baik dalam pembiayaan dan skema pinjaman.

“Bagi petani atau pelau usaha yang mau mengetahui lebih lanjut mengenai KUR alsintan, bisa datang langsung dan berdiskusi di seluruh cabang Bank Sumsel Babel,” kata Antonius dalam satu webinar di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Antonius menjelaskan, secara umum KUR bisa merupakan modal kerja maupun ivestasi. Untuk pemberian kredit alsintan masuk dalam kategori kredit investasi yang produktif. KUR tersebut bisa diberikan individu atau kelompok usaha produktif. “Karena itu, nanti yang menjadi agunan pinjaman tersebut adalah alat dan mesin pertaniannya,” katanya.

Ketentuan KUR Alsintan

Mengenai ketentuan KUR Alsintan, Antonius menjelaskan, secara umum fasilitas KUR diberikan dengan maksimum kredit yang disesuaikan kebutuhan kredit dan kemampuan konsumen. Dalam hal ini sebesar harga jual alsintan yang dikurangi uang muka dan ditambah biaya-biaya yang berkenan dengan kredit.

Sesuai kebijakan pemerintah, suku bunga KUR sebesar 6 persen. Kemudian pemerintah memberikan tambahan subsidi 3 persen sampai Desember 2022. “Jadi petani atau pelaku usaha yang mengajukan KUR alsintan akan mendapatkan subsidi bunga 3 persen. Tapi 3 persen itu tidak diberikan langsung, tapi nanti diraimburs,” katanya.

Ketentuan itu, lanjut Antonius, juga berlaku disemua daerah dan bank, karena subsidi diberikan pemerintah. Namun pihaknya memiliki kelebihan dalam skema KUR alsintan. Untuk beberapa daerah, Bank Sumsel Babel memberikan tambahan subsidi, sehingga suku bunga menjadi 0 persen.

Dengan demikian, lebih murah dibandingkan bank lain. Bahkan untuk membantu petani, Bank Sumsel Babel memberikan pembebasan biaya administrasi, bebas biaya asuransi dan provisi. “Ini yang buat KUR Bank Sumsel Babel lebih unggul. Bukan kami ingin unggul. Tapi semua ini karena kami yakin urgensi pembangunan pertanian,” katanya.

Soal plafon kredit, Antonius mengungkapkan, pemerintah telah menetapkan maksimal Rp 500 juta atau 80 persen dari harga alsintan per debitur. Plafon kredit tersebut disesuaikan dengan harga alsintan dan pemberian kredit dari bank. “Siapa saja boleh menerima KUR, perorang, kelompok usaha, badan usaha lain seperti BUMDes,” katanya.

Antonius mencontohkan, jika harga traktor Rp 500 juta, maka yang bisa diberikan hanya 80 persen dari harga alsintannya. Jadi maksimal pinjaman yang diberikan Rp 400 juta. Sisanya Rp 100 juta menjadi uang muka yang dibayarkan petani ke perusahaan alsintan.

Bagaimana jika harga alsintan lebih dari Rp 500 juta? Antonius menjelaskan, jika 80 persen dari harga alsintan tidak lebih dari Rp 500 juta, maka masih bisa diberikan. Jadi maksimal yang bisa diberikan pinjaman hanya Rp 500 juta. “Kalau harganya sampai Rp 1 miliar, maka maksimal yang bisa diberika hanya Rp 500 juta. Sisanya menjadi uang mua,” katanya.

Mengenai uang muka, kata Antonius, calon debitur KUR membayar uang muka minimal 20 persen dari harga alsintan. Untuk membantu petani, Bank Sumsel Babel bekerjasama dengan industri alsintan agar bisa menalangi. “Kami juga memberikan persyaratan yang mudah, proses kredit cepat dan sederhana. Ini cara kami agar KUR  terserap bank,” katanya.

Syarat lain, menurut Antonius, petani atau kelompok usaha lainnya tidak boleh memiliki peinjaman di bank lain. Artinya, jika ada KUR disalah satu bank, maka syaratnya pinjaman tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu.Bagaiman jangka waktu pinjaman? Karena merupakan kredit investasi, sehingga maksimal pinjaman bisa 5 tahun dan dapat diperpanjang hingga 7 tahun. “Jangak waktu bisa sampai 60 bulan, diperpanjang tambah 2 tahun,” katanya.

Untuk angsurannya, Antonius menjelaskan, bisa didiskusikan. Jika pinjaman Rp 500 juta dengan waktu pembayaran 12 bulan, maka cicilannya Rp 43 juta. Sedangkan jika 24 bulan, maka cicilannya Rp 22,5 juta. Sementara pinjaman selama 5 tahun, maka cicilannya 9,6 juta.

“Pemerintah akan memberikan tambahan subsidi 3 persen yang akan dimasukkan ke rekening peminjam. Jadi relatif sangat menarik dan murah,” katanya.

 

Reporter : julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018