
Budidaya melon
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Tantangan industri perbenihan dalam negeri cukup besar. Untuk membangun sistem dan regulasi perbenihan membutuhkan masukan dari para stackeholder termasuk asosiasi perbenihan nasional.
Salah satunya Asosisiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indoensia (Hortindo) yang mencoba memberikan masukan agar industri perbenihan nasional lebih baik.
Dalam webinar Membangun Sistem dan Regulasi Perbenihan untuk Pertanian Indonesia yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Rabu (12/6), Wakil Sekertaris Jenderal Asosisiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indoensia (Hortindo), Dina Novitasari mengatakan ada beberapa hal yang menjadi perhatian Hortindo.
Pertama, terkait sumber daya genetik dan program pemulian yang mejadi salah satu tulang punggung dalam perbenihan nasional. Dengan sumber daya genetik dan program pemuliaan para produsen bisa menjawab kebutuhan para costumer atau petani. “Petani meminta secara spesifik dan untuk menciptakannya membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak murah” ujar Dina.
Karena itu, lebih lanjut Dina mengatakan perlunya menggerakkan peluang pemulia benih terhadap penciptaan varietas baru yang tahan penyakit, produktifitas tinggi sehingga sesuai keinginan petani.
Untuk itu, diperlukan regulasi dan dukungan dari pemerintah yang memudahkan bagi produsen untuk melakukan pemuliaan tanaman. "Ini belum ada aturan yang sangat detail, karena saat ini dari SDGs dan program pemuliaan masih mengacu pada UU komersial,” tuturnya.
Dina juga melihat bahwa saat ini galur-galur yang dikeluarkan pemerintah/litbang banyak yang belun dikenal industri atau petani. Hal ini merupakan kesempatan untuk menambah wacana atau varietas baru di pasar. Ini belum digarap sedemikana rupa oleh pemerintah, bagaimana mempromosikan galur-galur yang dimiliki litbang.
Sebagai acuan yang ada di pasar internasional sudah ada material transfer genetik. Saat ini, sudah adanya model-model untuk menggerakaan pemulia lebih agresif dalam menemukan varietas baru dengan material transfer agreements atau dengan akses benefit sharing atas apa yang mereka temukan.
“Itu bisa sebagai wacana atau landasan bagi pemangku kebijakan untuk bisa merevisi atau bagaimana menciptkaan lingkungan pemuliaan yang lebih menarik lagi di Indonesia,” tegasnya.
Hortindo juga mengusulkan proses pendaftaran benih Baca halaman selanjutnya.