
Mentan Amran mengumumkan program cetak sawah serentak mulai Januari 2025, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Mentan Amran mengumumkan program cetak sawah serentak mulai Januari 2025, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.
Kementerian Pertanian telah menyusun empat langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian pada tahun 2025.
Fokus utama langkah ini adalah peningkatan produksi pangan melalui program cetak sawah yang akan dimulai pada 1 Januari 2025.
Untuk mewujudkan swasembada pangan secara lebih cepat, Kementan memprioritaskan beberapa program utama, termasuk perluasan area sawah baru, optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian, serta penguatan infrastruktur dan sarana produksi.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam pertemuan di Kantor Pusat Kementan pada Senin, 23 Desember 2024, membahas persiapan Masa Tanam 2025.
Ia menekankan pentingnya percepatan realisasi cetak sawah dan optimalisasi lahan sebagai upaya meningkatkan produksi padi secara nasional.
“Untuk program cetak sawah dan optimalisasi lahan di tahun 2025, persiapan sudah berjalan dengan baik. Saya minta seluruh penanggung jawab program ini agar terus meningkatkan kinerja demi keberhasilan target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Optimalkan Irigasi
Kementerian Pertanian terus meningkatkan sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membangun dan merehabilitasi infrastruktur irigasi guna mendukung program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah).
"Sebagai bagian dari program swasembada pangan, kami akan memperbaiki irigasi melalui kerja sama dengan Kementerian PU. Rapat finalisasi akan segera dilakukan untuk memastikan langkah ini berjalan lancar," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Selain fokus pada irigasi, Kementan juga berkomitmen untuk menyediakan sarana dan prasarana seperti pupuk, alat, dan mesin pertanian (alsintan).
Amran menyatakan bahwa semua kebutuhan pertanian, termasuk olah tanah untuk program cetak sawah, telah dipersiapkan dengan matang.
"Persiapan kami sudah selesai. Semua peralatan tersedia di lokasi dan siap digunakan mulai 1 Januari 2025," jelasnya.
Kementan juga menegaskan bahwa akses petani terhadap sarana dan prasarana tidak boleh dipersulit.
Khususnya untuk pupuk bersubsidi, Kementan telah menyederhanakan alur distribusi agar lebih efisien.
"Peraturan mengenai pupuk telah kami tetapkan, dan mulai 1 Januari 2025, petani bisa langsung menggunakannya tanpa hambatan. Petani harus dipermudah," tegas Amran.
Dengan berbagai kebijakan dan program strategis tersebut, Mentan optimistis produksi padi nasional akan meningkat signifikan.
Hal ini penting untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan seperti perubahan iklim dan ketidakpastian geopolitik.
Ia pun berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan kontribusi terbaiknya dan bersama-sama mewujudkan target swasembada pangan Indonesia.