Tuesday, 16 June 2026


Mentan Amran dan KAHMI Siapkan Program Desa Asta Cita, Dorong Komoditas Bernilai Tinggi

13 Mar 2026, 13:00 WIBEditor : herman

Audiensi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) membahas pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3), tersebut membahas peluang kolaborasi dalam mendorong model pertanian desa berbasis komoditas unggulan yang memiliki pasar jelas dan nilai tambah tinggi.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Abdullah Puteh, mengatakan pihaknya melihat masih banyak tantangan yang dihadapi petani di lapangan. Mulai dari keterbatasan lahan, akses pengetahuan budi daya, hingga permodalan usaha tani.

Menurutnya, salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah mengembangkan komoditas yang relatif cepat menghasilkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti tanaman rempah maupun komoditas perkebunan.

“Kami dari Presidium Nasional KAHMI beraudiensi dengan Pak Menteri untuk menyampaikan program yang kami rancang, yaitu food estate regional atau Desa Asta Cita. Program ini menjadi pilot project bagi petani di desa-desa untuk menanam tanaman yang hasilnya tinggi, pasarnya jelas, dan dapat dijangkau petani,” kata Abdullah.

Abdullah menjelaskan, pada tahap awal program tersebut akan dijalankan di tujuh provinsi. Beberapa di antaranya meliputi Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Aceh.

Program ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian desa yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Selain pengembangan komoditas, KAHMI juga berkomitmen melakukan pendampingan kepada masyarakat.

Pendampingan tersebut bertujuan agar proses budi daya tidak lagi hanya mengandalkan metode tradisional, tetapi juga memanfaatkan teknologi serta manajemen usaha tani yang lebih modern.

“Kami sudah menunjuk PIC di masing-masing wilayah dan akan berhubungan langsung setiap saat dengan jajaran Pak Menteri. Kami ingin bergerak cepat untuk membantu program pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan dan membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyambut baik gagasan yang disampaikan KAHMI. Ia menyatakan kesiapan Kementerian Pertanian untuk mendukung program tersebut, terutama melalui penyediaan benih komoditas yang selaras dengan program strategis Kementan.

Beberapa komoditas yang direncanakan untuk dikembangkan antara lain tebu, jagung, serta sejumlah komoditas perkebunan strategis lainnya.

“Proyek ini bisa diselaraskan dengan program strategis Kementan, yaitu pengembangan komoditas perkebunan seperti kopi, mete, kelapa, dan lainnya yang permintaannya tinggi di pasar dunia. Selain itu, kita juga sedang mendorong komoditas jagung yang offtakernya dapat diserap Bulog,” ujar Amran.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian nasional.

Melalui sinergi tersebut, pengembangan komoditas unggulan di daerah diharapkan dapat berjalan lebih masif dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Sinergi ini penting agar gerakan pengembangan komoditas unggulan dapat meluas di daerah dan memberikan nilai tambah bagi petani,” pungkasnya.

 

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018