Senin, 22 Juli 2019


Kementan Dorong LKMA Sebagai Penjamin Harga Jual Produk Pertanian

20 Mar 2019, 18:50 WIBEditor : Ahmad Soim

Dirjen PSP Sarwo Edhy berfoto bersama dengan pengelola LKMA Karya Baru Bersama di Lombok Barat | Sumber Foto:Ahmad Soim

Termasuk peran dari LKMA lanjutnya adalah lembaga ini mampu memberikan kredit lunak kepada petani untuk melakukan budidaya dan pembayarannya setelah panen.

TABLOIDSINARTANI.COM - Kementerian Pertanian memprogram Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang sudah tumbuh dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) dapat menjadi  penjamin harga jual produk pertanian milik petani.

 

 "LKMA dapat berfungsi sebagai pembeli hasil panen dari para petani dengan harga yang wajar dan menjualnya ke pasar tradisional maupun modern atau perusahaan perusahaan yang bergerak dalam pasar seperti Bulog, KUD, Penggilingan dan sejenisnya. Sehingga petani ada jaminan harga atas produk yang dihasilkannya," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy pada saat mengunjungi LKMA Karya Baru Bersama di  Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

 

Selain itu, LKMA juga didorong agar menjadi pioner kelembagaan keuangan mikro di pedesaan yang mampu menyediakan sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk dan pestisida.

 

Dirjen PSP Kementan itu menunjukkan dalam pembukuan LKMA Karya Baru Bersama terdapat saldo Rp 207 juta, setelah dikurangi biaya operasional. "Itulah yang kita sebut sebagai modal bagi LKMA," tambahnya kepada tabloidsinartani.com di Lombok.

 

Termasuk peran dari LKMA lanjutnya adalah lembaga ini mampu memberikan kredit lunak kepada petani untuk melakukan budidaya dan pemabayarannya setelah panen.

 

Langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk menjadikan LKMA seperti itu pertama, menghubungkan petani ke bank bank pemerintah melalui sosialisasi kepada petani agar mau menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya sangat rendah yakni 7 persen per tahun.

 

Kementan berharap  pinjaman KUR yang didapatkan petani bisa untuk diguanakan budidaya pertanian dalam arti luas seperti tanaman panga, hortikultura, perkebunan dan peternakan dan usaha lainnya.

 

Sebagai penghubung petani dengan perbankan, maka  LKMA akan mendapatkan jasa dari perbankan.

 

Kedua, melakukan pembinaan agar petani lain mencontoh untuk membeentuk LKMA sejenis dalam rangka penguatan modal kelompok untuk usaha pertanian.

 

LKMA ini memiliki dasar hukum yang kauat karena berdasarkan SK Menkeu yang dikuatkan SK Menteri Pertanian bantuan pemerintah adalah ditujukan kepada poktan atau gapoktam. LKM itu dibentuk oleh Gapoktan. 

 

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Sri Kuntarsih menambah dari program PUAP pemerintah pernah memfasilitasi Rp 100 juta per Gapoktan PUAP yang menjangkau 52 ribu Gapoktan. Sebanyak 7 ribu di antaranya sudah membentuk LKMA yang merupakan unit usaha Gapoktan.

Reporter : Som
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018