Thursday, 22 October 2026


Aman dan Sehat selama PKL, Mahasiswa Polbangtan Bogor Divaksin

27 Aug 2021, 14:57 WIBEditor : Gesha

Pemantauan Kesehatan Mahasiwa Polbangtan Bogor

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang -- Meskipun pandemi COVID-19 masih terjadi, 31 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor tidak patah semangat melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Subang, Jawa Barat. Mereka pun terus dipantau kesehatannya agar tetap aman dan sehat selama PKL. 

"Tak hanya pendampingan PKL, Dinas Pertanian Kabupaten Subang pun memastikan kami aman selama proses PKL salah satunya dengan memfasilitasi vaksinasi tahap pertama maupun kedua  kepada 31 Mahasiswa/i Polbangtan Bogor. Selama melakukan PKL kami juga tetap mengutamakan Prokes”, ujar Ketua BEM Polbangtan Bogor Periode 2020/2021, Aldi Prahasta Priatna Putra. 

Mewakili 31 mahasiswa/i Polbangtan Bogor, Aldi juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Subang yang telah membantu dan mendampingi mereka selama melakukan PKL.

Koordinator BPP Cipeundeuy, Husni Ginanjar mengatakan fasilitas pemantauan kesehatan serta vaksinasi yang dilakukan pihaknya sebagai upaya memastikan keberadaan mereka aman serta memutus rantai penyebaran virus Covid-19  di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. 

BPP Cipeundeuy sendiri merasa terbantu dengan keberadaan mahasiswa Polbangtan Bogor yang turut membantu petani serta penyuluh di lapangan. 

Seperti diketahui, untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa mahasiswinya, Polbangtan Bogor selalu menerjunkan putra putri terbaiknya langsung ke masyarakat dalam bentuk Praktik Kerja Lapangan (PKL). Sebanyak  31 mahasiswa Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) melaksanakan peningkatan kompetensi penyuluhan pertanian dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) di  Kecamatan Cipeundeuy, Kecamatan Dawuan, Kecamatan Kalijati, dan juga Kecamatan Purwadadi.

Terjunnya mahasiswa mahasiswi ini juga menjadi upaya peran serta petani milenial terdidik dari Polbangtan, sesuai harapan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, pertanian membutuhkan SDM-SDM handal.

"Di tahun 2020, sektor pertanian adalah penyumbang APBN terbesar di tahun 2020, sebesar 16 persen atau tumbuh 2 persen lebih (dibanding 2019). Dan di 2021 sampai dengan hari ini terus tumbuh. Kami terus berupaya untuk bagaimana meningkatkan pemasukan negara," ujarnya.

Tak hanya itu, sektor pertanian juga saat ini menjadi penyelamat perekonomian karena banyaknya tenaga kerja sektor industri yang beralih ke Pertanian di masa pandemi.

"Kita terus usahakan dan ini bisa dibuktikan dengan tidak langkanya kebutuhan pangan kita. Kita bisa mengurangi impor, utamanya beras dan kita bisa meningkatkan ekspor," tambah Mentan SYL.

Mentan menambahkan, Indonesia harus menjalankan pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern.

Arahan Mentan Syahrul tersebut dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, insan pertanian harus menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19.

Reporter : Ardianinda Wisda
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018