
Yudisium daring Polbangtan Manokwari
TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari --- Generasi unggul sektor pertanian kembali dicetak Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari. Kali ini, salah satu UPT di Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) itu menggelar yudisium yang diikuti 77 mahasiswa.
Sebagai salah satu UPT pendidikan vokasi pertanian Polbangtan Manokwari menggelar Yudisium yang diikuti oleh 77 Mahasiswa secara virtual. Terdiri dari 53 mahasiswa Prodi Penyuluh Pertanian Berkelanjutan (PPB) dan 24 mahasiswa Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH). Polbangtan Manokwari menggelar acara wisuda Angkatan III Tahun Akademik 2020/2021, Kamis (26/8/2021).
Mahasiswa lulusan terbaik dari prodi PPB di raih oleh Malahayati dengan IPK 3,84 dengan predikat pujian dan untuk prodi PPKH diraih oleh Dewi Masitoh dengan IPK 3,80.
Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta, menyampaikan selamat kepada mahasiswa peserta yudisium. “Mulai hari kalian sudah berhak menyandang sarjana terapan. Meskipun tingkat predikat yang diperoleh berbeda-beda, akan tetapi kalian tentu memiliki kompetensi yang berbeda-beda yang pada hakikatnya sesuail dengan profil polbangtan manokwari,” ujar Purwanta.
Disaksikan secara virtual oleh peserta yudisium, Purwanta mengatakan bahwa pada abad 21 ini terdapat 3 faktor keberhasilan diantaranya kompetensi, karakter dan kemampuan literasi. Purwanta berharap agar soft skill yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dapat terus diasah, karena hal tersebut menjadi salah satu penunjang keberhasilan di dunia nyata setelah lulus.
Untuk itu mahasiswa diharapkan agar tetap semangat dalam melanjutkan perjalanan setelah melalui berbagai dinamika yang tidak mudah hingga benar-benar siap terjun di dunia kerja.
Hal ini sejalan dengan semangat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menargetkan untuk mencetak 2,5 juta petani pengusaha milenial. “Generasi milenial harus didukung untuk memanjukan sektor pertanian sebagai penerus bangsa khususnya di bidang pertanian,” tutur Mentan SYL.
Tak hanya itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus mengoptimalkan kinerja dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan serta meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyebutkan, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian dan juga Politeknik Enjenering Pertanian Indonesia, BPPSDMP memberi kesempatan pada setiap generasi muda pertanian untuk kreatif dan inovatif.
"Bentuk dukungan tercermin dari penyusunan kurikulum yang mengedepankan praktik dibandingkan teori, selain itu kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) terus ditingkatkan agar jebolan UPT Pendidikan Kemetan mau dan mampu berkecimpung di bidang pertanian," jelasnya.