
BBPK Kemenkes ketika dibimbing cara melakukan okulasi
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Keberhasilan Urban Farming masyarakat Jakarta yang didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta diapresiasi oleh berbagai pihak. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto Jawa Barat pun melakukan kunjungan kerja terkait Urban Farming di Jakarta.
Dinas KPKP DKI Jakarta menerima kunjungan kerja Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto Jawa Barat pada Kamis (11/11) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut dilakukan sejumlah pembahasan dan diskusi terkait kegiatan urban farming (pertanian perkotaan) di DKI Jakarta dan cara berbudidaya tanaman dengan baik. Sebanyak 12 orang dalam rombongan BBPK Ciloto, hadir dalam kunjungan tersebut.
Menanggapi kunjungan BBPK Kemenkes ini, Kepala Bidang Pertanian, Mujiati, menyambut baik dan menerangkan Pertanian di DKI Jakarta sangat unik dan berbeda dengan daerah lain karena adanya keterbatasan lahan.

“Mengatasi tantangan keterbatasan lahan, maka dilakukan pertanian yang berbasis ruang, seperti halnya pemanfaatan rooftop (atap rumah/gedung) sebagai tempat bertanam. Tujuan utamanya selain menjadikan lingkungan lebih hijau dan asri juga sebagai sumber pangan keluarga serta mewujudkan ketahanan pangan skala kecil yaitu keluarga," kata Mujiati.
Tak hanya kunjungan, BBPK Kemenkes ini juga diberikan beragam bimbingan teknis dari UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (P2BPT). Mulai dari pengetahuan mengenai cara berbudidaya tanaman, cara pembuatan pupuk dan perbanyakan tanaman buah-buahan dengan teknik sambung pucuk dan mata tunas atau okulasi.
“Waktu melakukan sambung pucuk adalah pagi hari atau sore hari. Hindari melakukan sambung pucuk dan okulasi pada siang hari karena tanaman masih dalam fase istirahat, sehingga beresiko mengalami kegagalan, ” kata Perwakilan dari UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (P2BPT), Hadi Turanto.
Dinas KPKP juga melayani permohonan bibit dan proteksi tanaman, serta promosi dan sertifikasi hasil pertanian. Pelayanan permohonan bibit dan proteksi tanaman diajukan secara online melalui Web SiPetani. Bagi masyarakat yang tertarik dan ingin belajar lebih dalam mengenai pertanian, Dinas KPKP juga menyediakan sarana belajar pertanian di lokasi kebun kebun bibit pertanian dan lokasi (AEW) Agro Edu Wisata.
Sebagai cenderamata, Dinas KPKP memberikan bibit tanaman Jambu kepada tim Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto.
Widyaiswara Ahli Madya, sebagai pimpinan rombongan dari BBPK Badan PPSDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Ciloto Jawa Barat, drg. Sri Asih Gahayu, M.Kes, PhD mengatakan tujuan mereka berkunjung adalah untuk menambah ilmu dan wawasan terkait proses penanaman yang baik dan benar, mengetahui tanaman apa yang cocok dengan iklim di lingkungan, hingga bagaimana cara merawat tanaman yang baik dan benar, serta mempelajari tata cara pembuatan pupuk tanaman yang bagus dari Dinas KPKP.
”Luar biasa sekali, saya sangat senang setelah menerima materi dan praktik terkait budidaya. Selain itu juga saya menjadi semakin tertarik dan penasaran dengan kegiatan pertanian. Saya sangat berterimakasih kepada Dinas KPKP yang telah memberikan ilmu dan informasi kepada kami, semoga kedepannya menjadi berkah dan bermanfaat," kata drg. Sri Asih.