Saturday, 29 January 2022


Bangun Klaster, Cara Riza Berdayakan Petani Singkong

05 Jan 2022, 17:11 WIBEditor : Yulianto

Riza dengan produk olahan singkong | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Posisi tawar petani singkong terhadap pasar yang begitu lemah mendoorng Riza Azyumarridha Azra, seorang generasi milenial mendirikan Rumah Mocaf. Untuk membantu petani dirinya membangun klister usaha.

Bahkan Riza membangun usaha yang berlandaskan asas sociopreneurship di Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.  “Saya mulai belajar membuat tepung Mocaf dari nol hingga berhasil,” katanya.

Setelah mengetahui selak beluk singkong, Riza pun berusaha menularkannya melalui edukasi ke sejumlah petani lain, khususnya cara pembuatan tepung Mocaf. Dengan bekal pengetahuan tersebut, petani dapat secara mandiri memproduksi sampai memasarkan mocaf.

Bahkan mendapat harga yang lebih tinggi dibanding menjual singkong dalam keadaan segar. "Itulah yang membulatkan tekad saya untuk mendirikan Rumah Mocaf ini," katanya.

Bangun Klaster

Dalam mengelola usahanya Riza menerapkan konsep dengan membagi deskripsi pekerjaan dengan yang disebut klaster. Klaster pertama para petani sebagai produsen bahan baku. Pendampingan dan edukasi yang diberikan ke petani seputar produktivitas, literasi finance, integrated farming untuk menentukan HPP singkong.

Selama ini petani hanya menanam, tanpa membuat analisa usaha, analisa usaha lahan dan margin," urainya. Klaster kedua lanjut riza, mengaktifkan dan memberdayakan kaum wanita dan ibu rumah tangga mengolah singkong menjadi chips mocaf. Dengan cara tersebut menurut Riza, timbul perekonomian baru yang memberikan penghasilan baru.

Sementara kluster ketiga yaitu memberdayakan generasi muda yang bertugas melakukan quality control, branding, packaging, edukasi dan pendampingan kepada petani serta pengrajin. Sesuai target market Rumah Mocaf, kualitas menjadi yang utama.

"Tugas lain klaster ketiga ini adalah membuat inovasi produk turunan, seperti mie mocaf, kue pie mocaf, dan produk lainnya," tambahnya.

Riza juga melakukan integrated farming dengan ternak kambing dan sapi. Kulit singkong dimanfaatkan untuk pakan, sedangkan kotoran ternak untuk pupuk tanaman dingkong. Dengan demikian lahan menjadi lebih produktif.

“Produksi jauh lebih tinggi hingga tiga kali lipat dan menghasilkan singkong organik, yang terpercaya sehingga memiliki nilai jual yang tinggi,” tuturnya.

Sebagi bentuk kepedulian Riza, dalam mendirikan Rumah Mocaf diirnya mempertahankan konsep sociopreneur yang sudah menjadi ruh bisnisnya. Kendati suatu saat terjadi industrialisasi, Riza bertekad akan tetap dengan konsep  tersebut.

Bahkan Riza menyebut sebagai demokratisasi ekonomi yakni adanya keterbukaan, keadilan dan tidak ada yang merasa dirugikan. Semua masyarakat yang terlibat saling menguatkan untuk terus mengembangkan tepung mocaf,” katanya.

Sukses terus Riza. Angkat jempol untuk kaum milenial yang terjun ke dunia pertanian.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018